Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AHY Berkomentar Soal Meninggalnya Perawat PDP Corona yang Lagi Hamil

Meninggalnya seorang perawat di Surabaya yang tengah hamil empat bulan mengundang simpati sejumlah tokok politik termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, yang akrab disapa AHY.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  06:15 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umium Partai Demokrat. - Bisnis.com/Agne Yasa
Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umium Partai Demokrat. - Bisnis.com/Agne Yasa

Bisnis.com, JAKARTA - Meninggalnya seorang perawat di Surabaya yang tengah hamil empat bulan mengundang simpati sejumlah tokok politik termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, yang akrab disapa AHY.

Melalui akun twitternya @AgusYudhoyono, AHY yang juga putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menyampiakan rasa duka citanya.

"Turut berduka atas meninggalnya seorang perawat di Surabaya diduga terpapar Covid-19. Alm. Ari Puspita adalah satu dari banyak tenaga medis Indonesia yang gugur dlm perjuangan melawan Covid-19. Jangan biarkan perjuangan para tenaga medis kita sia-sia," tutur AHY.

Ari Puspita Sari, seorang perawat RS Royal Surabaya yang tengah hamil dan dalam kondisi kritis karena positif Corona (Covid-19) meninggal dunia Senin (18/5/2020) karena terjangkit Corona. Nasib janin 4 bulan yang dikandungnya pun tak bisa diselamatkan.

Berita seputar kasus perawat positif Corona dalam kondisi hamil 4 bulan tersebut menjadi viral di media.

Akun Facebook Feti Rachmawati ( meposting berita kematian perawat bernama lengkap Ari Puspita Sari berserta janin berusia 4 bulan yang dikandungnya.

"Inalilahi wainalilahi rojiun. Telah meninggal dunia, Ny. Ari Puspita Sari, S.Kep., Ns...Perawat dari RS Royal Surabaya, terkena CoVid-19 dan komplikasi lainnya...Beserta janinnya, baru berusia 4 bulan. Semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT."

Grup Facebook PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) juga banjir ucapan duka cita atas berita itu.

Berdasarkan teori medis, usia janin yang direkomendasikan untuk intervensi medis dalam penyelamatan jika janin masih dalam kondisi hidup adalah pada usia kehamilan 24 minggu atau minimal 5 bulan.

Sebelum meninggal, perawat Ari Puspita Sari dievakuasi dari RS Royal Surabaya ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Ramelan, Surabaya. Namun, perawat itu meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perawat agus harimurti Virus Corona
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top