Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prancis dan Jerman Sepakati Bantuan US$545 untuk Negara UE Terdampak Covid-19

Prancis dan Jerman menyepakati  bantuan dana sebesar 500 miliar euro (US$545 miliar) untuk membiayai pemulihan ekonomi Uni Eropa dari kehancuran yang ditimbulkan oleh krisis Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  07:15 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan G7 hari kedua di La Malbaie, Quebec, Kanada, Sabtu (9/6). - Jesco Denzel via Reuters
Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan G7 hari kedua di La Malbaie, Quebec, Kanada, Sabtu (9/6). - Jesco Denzel via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Prancis dan Jerman menyepakati  bantuan dana sebesar 500 miliar euro (US$545 miliar) untuk membiayai pemulihan ekonomi Uni Eropa dari kehancuran yang ditimbulkan oleh krisis Covid-19.

Dengan mengenyampingkan perbedaan masa lalu dan berusaha untuk membuktikan bahwa Prancis dan Jerman tetap utuh sebagai kekuatan inti Uni Eropa, Presiden Emmanuel Macron dan Kanselir Angela Merkel mengumumkan paket yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Keduanya sebelumnya melakukan pembicaraan melalui konferensi video.

Gubernur Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde mengatakan kepada surat kabar utama Eropa bahwa "proposal dari Prancis dan Jerman yang sangat ambisius itu diharapkan akan disambut baik.

Ekonomi Eropa menghadapi tantangan terbesar sejak Perang Dunia II. Macron mengakui bahwa Uni Eropa telah gagal dalam memberikan  tanggapan awal terhadap virus corona, sehingga perlu berkoordinasi lebih erat lagi di bidang kesehatan.

Melalui "pinjaman dari pasar atas nama UE," dana sebesar 500 miliar euro akan mengalir ke "sektor dan wilayah yang paling terpukul" di blok 27-anggota, menurut pernyataan kedua pemimpin negara seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (19/5/2020)

Keduanya menyatakan optimistis langkah itu tidak saja adil, tapi juga diperlukan untuk pembiayaan yang nantinya akan dibayar secara bertahap melalui mata anggaran Uni Eropa.

Negara-negara yang mendapat manfaat dari pembiayaan tidak perlu membayar kembali uangnya, kata Macron yang  menambahkan bahwa dana itu "bukan pinjaman."

Ekonomi zona euro secara keseluruhan diperkirakan berkontraksi7,7 persen tahun ini dan negara paling terpukul adalah Italia dan Yunani.

Worldometers.info melaporkan lebih dari 4,7 juta orang dinyatakan positif dan 315.270 meninggal dunia di dunia akibat penyakit itu sejak muncul di Wuhan, China, pada akhir tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis jerman covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top