Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Deteksi Kasus Baru, Wuhan Susun Rencana Uji 11 juta Penduduk Terkait Covid-19

Kota Wuhan China sedang menyusun rencana untuk menguji seluruh populasi 11 juta orang terkait Covid-19.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  19:06 WIB
Seorang pasien Covid-19 diizinkan pulang dari Rumah Sakit Leishenshan (Gunung Dewa Petir) di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (4/4/2020). Rumah sakit itu menutup area bangsal umum terakhirnya pada Kamis (9/4/2020)./Antara - Xinhua
Seorang pasien Covid-19 diizinkan pulang dari Rumah Sakit Leishenshan (Gunung Dewa Petir) di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (4/4/2020). Rumah sakit itu menutup area bangsal umum terakhirnya pada Kamis (9/4/2020)./Antara - Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah Kota Wuhan China sedang menyusun rencana untuk menguji seluruh populasi 11 juta orang terkait Covid-19.

Rencana tersebut tampaknya masih dalam tahap awal, semua distrik di Wuhan diminta untuk menyerahkan rincian tentang bagaimana pengujian dapat dilakukan dalam waktu 10 hari. Hal tersebut terjadi setelah Wuhan, tempat virus pertama kali muncul, mencatat enam kasus baru selama akhir pekan ini setelah sempat mencatatkan tidak adanya kasus baru sejak 3 April.

Wuhan, yang sempat dikunci ketat (lockdown) selama 11 minggu, mulai dibuka kembali pada 8 April. Untuk sementara waktu, boleh dibilang kehidupan kembali normal ketika sekolah dibuka kembali, bisnis perlahan-lahan muncul dan angkutan umum kembali beroperasi.

Menurut laporan oleh The Paper yang dikutip BBC, dalam dokumen internal yang beredar luas, setiap kabupaten di kota telah diminta untuk menyusun rencana pengujian 10 hari pada siang hari. Setiap kabupaten bertanggung jawab untuk membuat rencana sendiri berdasarkan ukuran populasi mereka dan apakah saat ini ada wabah aktif di kabupaten tersebut.

Dokumen tersebut, yang merujuk pada rencana pengujian sebagai "pertempuran 10 hari", dikatakan juga bahwa orang tua dan masyarakat padat harus diprioritaskan dalam hal pengujian.

Namun beberapa pejabat kesehatan senior yang dikutip oleh surat kabar Global Times mengindikasikan bahwa pengujian seluruh kota akan menjadi tidak layak dan mahal.

Peng Zhiyong, direktur unit perawatan intensif Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan mengatakan sebaliknya pengujian itu cenderung ditargetkan pada pekerja medis, orang-orang yang rentan dan mereka yang memiliki kontak dekat dengan sebuah kasus.

Mengutip BBC, Selasa (12/5/2020) Direktur Universitas Wuhan lainnya menyarankan bahwa sebagian besar populasi Wuhan - sekitar 3-5 juta - telah diuji, dan Wuhan "mampu" menguji sisa 6-8 juta dalam periode 10 hari.

Sementara itu, Gedung Putih mengabarkan Amerika Serikat sekarang melakukan sekitar 300.000 tes setiap hari. Sejauh ini, sudah diuji hampir 9 juta orang secara total.

Di situs media sosial China, Weibo, orang-orang mengajukan pertanyaan tentang apakah sejumlah besar tes dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari. "Tidak mungkin menguji begitu banyak orang," kata seorang pengamat. Yang lain mengatakan bahwa tes semacam itu harus dilakukan sebelum Wuhan membuka kembali pintunya ke seluruh China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Wuhan covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top