Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FAO Peringatkan Potensi Krisis Pangan, Ini Strategi Kemendes PDTT

Kemendes PDTT bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya tengah berupaya agar ketahanan pangan di Indonesia tetap terjaga.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  21:36 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (kiri) dan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (tengah) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (kiri) dan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (tengah) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memberi peringatan bahwa ada potensi krisis pangan akibat penyebaran Covid-19 di lebih dari 200 negara di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa pihaknya bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya tengah berupaya agar ketahanan pangan di Indonesia tetap terjaga.

"Kita sudah menyiapkan lahan intensifikasi pertanian di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan luas sekitar 75.000 hektare," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual bersama Komisi V DPR RI, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, intensifikasi pertanian dapat meningkatkan kapasitas produksi di lahan tersebut yang semula 3 ton per hektare menjadi 4-5 ton per hektare.

Selain itu, Kemendes PDTT juga bisa memanfaatkan program Padat Karya Tunai Desa guna menjaga ketahanan tersebut.

"Kami telah mendiskusikan hal ini dengan kementerian PUPR, Kementerian Pertanian dan yang lainnya bahwa program Padat Karya Tunai Desa tidak selalu digunakan hanya untuk infrastruktur fisik tetapi juga untuk nonfisik misalnya diversifikasi pangan,"katanya

Salah satu contoh, sambungnya, adalah memanfaatkan lahan kosong milik warga desa untuk ditanami tanaman pangan. Kemudian, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga desa itu sendiri atau dijual yang keuntungannya kembali lagi ke desa.

Diketahui, data per 9 Mei 2020 Anggaran Pendapatan dan Belansa Desa (APB Desa) sebanyak Rp6,8 triliun yang dialokasikan oleh 50.514 desa di Indonesia untuk program Padat Karya Tunai Desa.

Meski demikian, Mendes PDTT mengakui bahwa pelaksanaan program tersebut masih kecil karena di masa pandemi, semua kegiatan harus memenuhi protokol kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Kemendes-Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top