Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus KSP Indosurya, Bareskrim Cegah 2 Tersangka ke Luar Negeri

Pemilik KSP Indosurya Henry Surya dan Direktur Operasional KSP Indosurya Suwito Ayub telah dicegah bepergian ke luar negeri sejak resmi ditetapkan tersangka.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  20:27 WIB
Ilustrasi - Karopenmas Polri Brigjen Pol Aryo Yuwono, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal, Kabagpenum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra. Memberikan keterangan pers di Humas Polri Jakarta, Senin (23/3/2020). JIBI - Bisnis/Sholahudin Al Ayubbi
Ilustrasi - Karopenmas Polri Brigjen Pol Aryo Yuwono, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal, Kabagpenum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra. Memberikan keterangan pers di Humas Polri Jakarta, Senin (23/3/2020). JIBI - Bisnis/Sholahudin Al Ayubbi

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri telah mencegah dua orang tersangka kasus penipuan, penggelapan dan bank ilegal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta yang merugikan nasabah hingga triliunan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra merincikan tersangka pemilik KSP Indosurya Henry Surya dan Direktur Operasional KSP Indosurya Suwito Ayub tersebut telah dicegah bepergian ke luar negeri sejak resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Kedua tersangka kasus KSP Indosurya sampai saat ini berdasarkan informasi dari penyidik telah dicegah agar tidak bepergian ke luar negeri," tutur Asep, Selasa (5/5/2020).

Dia menyebutkan kedua tersangka tersebut diduga telah merugikan uang nasabah hingga mencapai angka triliunan. Namun, Asep tidak menjelaskan angka pastinya.

"Kerugian yang dialami sejumlah nasabah itu telah mencapai triliunan," katanya.

Menurut Asep, para tersangka dijerat dengan Pasal 46 Undang-Undang No. 10/1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7/1992 tentang Perbankan dengan pelanggaran yaitu menghimpun dana dari masyarakat tanpa ada izin dari Bank Indonesia.

"Ancaman pidana minimalnya 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda paling sedikit Rp10 miliar dan maksimal Rp20 miliar," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri koperasi koperasi simpan pinjam
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top