Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Belajar dari Pandemi Covid-19, Mendikbud Dorong Pembelajaran Sains

Saat ini tugas guru sekolah adalah mendekatkan siswa dengan sains yang disertai dengan contoh-contoh yang lebih konkret, bukan memberikan penjelasan teoritis saja.
Mendikbud Nadiem Makarim bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020)./ ANTARA - Rivan Awal Lingga.
Mendikbud Nadiem Makarim bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020)./ ANTARA - Rivan Awal Lingga.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem menekankan pentingnya pembelajaran sains kepada para siswa melalui langkah konkret, ketimbang hanya dengan teori saja.

Langkah itu, jelasnya, jauh lebih penting ketimbang mencari kambing hitam atas kondisi yang dihadapi saat ini. Menurutnya, sangat mudah mencari kambing hitam untuk disalahkan. Padahal kondisi saat ini juga sudah sering disampaikan oleh para ilmuwan sejak lama.

Oleh karena itu, dia menilai tantangan terbesar dalam menghadapi perubahan drastis akibat pandemi Covid-19 adalah terus menggunakan akal sehat dalam menyaring berbagai informasi yang datang.

“Yang terpenting, kita belajar dari pengalaman (pandemi) ini. Dan kita bisa mengantisipasi bencana-bencana lain di masa depan” ucap Nadiem dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2020).

Oleh karena itu, sambung dia, sektor pendidikan akan merespons dengan melakukan penguatan pada pembelajaran sains. Nadiem menyebutkan bahwa kini tugas guru sekolah adalah mendekatkan siswa dengan sains yang disertai dengan contoh-contoh yang lebih konkret, bukan memberikan penjelasan teoritis saja.

"Contoh, menggunakan konsep biologi untuk menjelaskan tentang Covid-19. Kita harus mengajarkan anak dengan cara menyenangkan, tidak teoritis saja, tentang bagaimana sains membantu manusia," terang Nadiem.

Mendikbud juga mengingatkan bahwa saat ini semua individu maupun organisasi saling terhubung dan saling memiliki ketergantungan satu sama lainnya. Pandemi Covid-19, jelas dia, juga menunjukkan ketimpangan sosial, ekonomi, dan infrastruktur di Indonesia.

Dengan begitu, jelas dia, hal itu kian memperjelas perlunya bantuan ataupun penanganan khusus terhadap beberapa daerah di Indonesia.

Lebih lanjut, Nadiem menilai setelah pandemi Covid-19 akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan di dunia. "Akan terjadi normalitas baru. Dalam skala mikro, nilai sebuah keluarga akan semakin meningkat. Selain itu, hal yang menjadi normalitas baru adalah kemampuan untuk bisa beroperasi dari mana pun."

Mendikbud menilai usai pandemi akan terjadi perubahan besar pada dua sektor sosial, yaitu pendidikan dan kesehatan. Peranan teknologi akan segera mendominasi kedua sektor tersebut.

Walaupun masih tidak ideal dan belum optimal, Mendikbud menilai kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh memiliki potensi yang luar biasa untuk memajukan pendidikan nasional.

“Harapannya, dengan menggunakan teknologi dan menerapkan digitalisasi dalam pendidikan nasional akan dapat menciptakan perubahan yang berdampak dan tidak dapat diputarbalik,” jelas Nadiem.

Di samping itu, Mendikbud mengingatkan bahwa peran guru sebagai pendidik tidak akan pernah tergantikan dengan teknologi secanggih dan inovasi sebesar apa pin.

"Kini guru dan orang tua dituntut supaya membiasakan diri dengan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi, ketika siswa harus melakukan belajar dari rumah," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Devi Sri Mulyani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper