Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kala Pemerintah Dunia Manfaatkan Corona Mengubah Kebiasaan Berkendara Warga

Prancis dan Belgia mulai menggalakan penggunaan sepeda agar emisi karbon tetap terjaga seperti saat virus Corona menyerang dunia. Bahkan pemerintah Prancis menyediakan anggaran hingga US$21,7 juta untuk menuskseskan program itu.
Andya Dhyaksa
Andya Dhyaksa - Bisnis.com 30 April 2020  |  19:49 WIB
Ilustrasi. Suasana sepi di Tower Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson
Ilustrasi. Suasana sepi di Tower Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Ada satu fenomena yang nampaknya sedikit menjadi kabar baik di tengah wabah virus Corona (Covid-19). Badan Energi Internasional (IEA) mencatat adanya penurunan karbon hingga 8 persen saat virus Corona menyerang dunia pada awal tahun ini.

Hal ini bisa dimaklumi. Pasalnya, banyak negara membuat kebijakan lockdown (karantina) wilayah. Otomatis, tak banyak terjadi polusi asap kendaraan bermotor atau pabrik.

Masalahnya, jika pandemi ini berakhir, aktivitas masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor bakal muncul lagi. Pun, sejumlah pabrik akan beroperasi.

Kini, sejumlah negara berupaya untuk--setidaknya--dapat menekan jumlah emisi karbon dalam jangka panjang, alias pascapandemi Corona usai.

Cara masing-masing negara pun berbeda-beda. Pemerintah Prancis misalnya, mendorong warganya untuk tetap bersepeda agar tingkat polusi tetap rendah begitu lockdown berakhir.

Untuk dapat menggerakan warganya, mereka pun menyediakan anggaran US$21,7 juta untuk setiap orang yang memenuhi syarat perbaikan sepeda hingga 50 euro di bengkel terdaftar.

Elisabeth Borne, Menteri Transisi Ekologis Prancis, mengatakan langkah itu bertujuan untuk mengurangi kebiasaan mengemudi warganya saat bepergian atau untuk perjalanan singkat.

Kini, dalam kondisi normal, 60% perjalanan yang dilakukan warga di Prancis dengan jarak kurang dari 5 kilometer menggunakan sepeda. "[Ini] solusi transportasi yang nyata", katanya dalam BBC.

Hal yang sama akan dilakukan Belgia. Pemerintah akan membuat skema baru dengan menciptakan jalur sepeda di pusat Kota Brussels sepanjang 40 kilometer, atau 25 mil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis belgia Virus Corona covid-19
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top