Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bus Pemudik ini Lolos sampai Semarang, Begini Trik Sopir dan Kernetnya

Bus pembawa pemudik ini lolos dari pencegatan larangan mudik, sebelum akhirnya dicegat petufas Gabungan Posko Covid Perbatasan Mangkang Kota Semarang, Jawa Tengah, selasa pagi (28/4/2020).
Nugroho Meidinata/Sutarno
Nugroho Meidinata/Sutarno - Bisnis.com 29 April 2020  |  16:59 WIB
Bus pemudik bernomor polisi B 7921 IW dicegat petugasGabungan Posko Covid Perbatasan MangkangKota Semarang, Jawa Tengah, selasa pagi (28/4 - 2020).
Bus pemudik bernomor polisi B 7921 IW dicegat petugasGabungan Posko Covid Perbatasan MangkangKota Semarang, Jawa Tengah, selasa pagi (28/4 - 2020).

Bisnis.com, SEMARANG - Bus pembawa pemudik ini lolos dari pencegatan larangan mudik, sebelum akhirnya dicegat petugas Gabungan Posko Covid Perbatasan Mangkang Kota Semarang, Jawa Tengah, selasa pagi (28/4/2020).

Di media sosial beredar video bus dari Sumatra yang hendak masuk Semarang diamankan oleh petugas. Dari video tersebut disebutkan bus tersebut penuh terisi penumpang.

Video tersebut membuat heboh media sosial lantaran di kaca depan bus terdapat tulisan “Pulang Kampung Bukan Mudik.” Tentu saja, bukan ini yang membuat bus berplat nomor B 7921 IW itu lolos dari cegatan check point di sepanjang Jabodetabek hingga wilayah Jawa Tengah.

Kemungkinan besar bus Pahala Kencana berstiker Pariwisata itu menggunakan jalur bukan tol serta jalur tikus untuk menghindari razia larangan mudik.

Berdasarkan penelusuran Bisnis di laman https://samsat-pkb2.jakarta.go.id/, pelat nomor B 7921 IW terdafar atas nama operator bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) PT Pahala Kencana.

Menurut penuturan orang di balik video yang diunggah oleh @ick_infocegatankaranganyar, Selasa (28/4/2020), para penumpang bus dari Sumatra tersebut di data. Kemudian, mereka dibariskan untuk dilakukan penanganan protokol kesehatan bagi pemudik.

“Info terkini dari Terminal Mangkang bus dengan tulisan yang sangat jelas [pulang kampung bukan mudik]. Untuk sementara waktu kita hentikan dengan penumpang yang sangat penuh. Bus dari Sumatra. Ini penumpang dari bus rombongan Sumatra. Tim melakukan tindakan untuk dibariskan dan dicek satu persatu dan disemprot. Demikian laporan darin Pos Pantau Terminal Mangkang,” demikian kata orang dalam video tersebut.

Pengelola akun Instagram @ick_infocegatankaranganyar dalam keterangannya menyebutkan video tersebut berasal dari Dinas Perhubungan Kota Semarang.

“Sopir dan kenek masih ngeyel karena ada tulisan yg cukup mencolok ‘Pulang Kampung’ bukan Mudik.Untuk penumpang kita turunkan dan selanjutnya dibariskan untuk dilakukan pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan @dishubkotasmg,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan Solopos.com belum mendapat informasi resmi tentang nasib penumpang bus tersebut. Kabarnya sopir bus dipaksa putar balik meninggalkan Semarang.

Pulang Kampung & Mudik

Arti dari pulang kampung dan mudik sempat menuai perdebatan oleh berbagai pihak. Hal ini dikarenakan pulang kampung dan mudik memiliki arti berbeda menurut Presiden Jokowi. Maka dari itu, tulisan “Pulang Kampung Bukan Mudik” muncul di bus dari Sumatra tersebut.

Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI daring, apakah arti kata pulang kampung dan mudik berbeda?

Ketika memasukkan frasa pulang kampung dalam situs Kbbi.kemdikbud.go.id, arti yang muncul adalah kembali ke kampung halaman atau mudik.

KBBI mencontohkan dengan kalimat “Dia — kampung setelah tidak lagi bekerja di kota.”

Sementara itu untuk arti kata mudik di situs KBBI daring terdapat dua arti. Pertama, kata kerja {berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman).

Dan arti kedua, pulang ke kampung halaman. KBBI mencontohkan dengan kalimat, “Seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yang –.”

Berikut suasana pencegatan bus Pahala Kencana itu yang diposting oleh akun Instagram @ick_infocegatankaranganyar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semarang Mudik Lebaran Virus Corona
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top