Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR Minta Usut Anggaran Pelatihan Prakerja, KPK Janji Bakal Dalami

Arteria Dahlan meminta KPK menelusuri para mitra kerja pemerintah dalam program Kartu Prakerja. Menurutnya, aneh pemerintah memberi modal besar untuk program ini.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 29 April 2020  |  16:19 WIB
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut anggaran pelatihan prakerja yang berjumlah Rp5,6 triliun. Arteria heran 8 vendor digital diberikan kuota raksasa terkait dengan program pelatihan prakerja ini.

Adapun kedelapan vendor yang ditunjuk untuk program pelatihan prakerja adalah, Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir dan Sisnaker.

“Bagaimana bisa 8 vendor digital diberikan kuota raksasa oleh pemerintah. Bagaimana mekanisme pengawasannya? kok bisa perilaku koruptif yg kental terasa ini bisa diloloskan sebagai program unggulan pemerintah,” kata Arteria saat RDP Komisi III, Rabu (29/4/2020).

Dia juga menyoroti dua mantan staf khusus milenial Presiden Joko Widodo yakni Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra, yang sempat membuat polemik.

Belva merupakan CEO Ruangguru yang perusahaannya itu merupakan mitra kerja dalam program pelatihan prakerja. Sementara Taufan merupakan CEO PT Amartha yang sempat menyurati camat-camat di seluruh Indonesia untuk membantu relawan perusahaannya menangani Covid-19.

“Kami minta tolong pak ketua mainkan ini,” kata Arteria.

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan semua informasi soal kartu prakerja bakal diterima dan didalami. Dia mengatakan pihaknya tidak bisa terburu-buru dalam menangani suatu kasus. Untuk itu lembaga antirasuah bakal terus mengumpulkan semua bukti yang ada.

“Sehingga seluruh bukti kami kumpulkan, kami telaah, kami kanji. Apakah betul ada suatu peristiwa. Kalau betul, tentu kami akan lakukan telaah, apakah peristiwa ini merupakan suatu peristiwa pidana,” lata Firli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona kartu prakerja
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top