Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Arahan Jokowi kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Kementerian/Lembaga

Arahan itu adalah melakukan uji sampel yang massif dengan pelacakan agresif. Lalu melakukan isolasi ketat.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 28 April 2020  |  16:40 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) saat mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3 - 2020). KTT tersebut membahas upaya negara/negara anggota G20 dalam penanganan COVID/19. Biro Pers dan Media Istana
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) saat mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3 - 2020). KTT tersebut membahas upaya negara/negara anggota G20 dalam penanganan COVID/19. Biro Pers dan Media Istana

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia masih terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan wabah virus Corona (Covid-19). Sejak pertama kali diumumkan kasus pertama pada awal Maret lalu, kini laju pertumbuhan pasien positif virus Corona sudah hampir mendekati angka 10.000.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk Indonesia melakukan sejumlah langkah bersama kementerian dan lembaga.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Achmad Yurianto, ada dua arahan tegas Jokowi untuk mereka. Yang pertama adalah melakukan uji sampel yang massif dengan pelacakan agresif. Sejauh ini, pemerintah telah mendistribusikan 438.090 reagen PCR di seluruh provinsi di Indonesia.

"Seluruh dinas kesehatan, puskesmas dan rumah sakit, menelusuri kontak dari sekitar 9.000 pasien positif. Ada sekitar 200.000 orang dengan riwayat kontak cukup dekat, termasuk dalam orang dalam pantauan (odp)," ucap Yuri, Selasa (28/4/2020).

Kedua, adalah dengan isolasi yang ketat. Sejauh ini, sudah ada 2 provinsi dan 22 kabupaten kota yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, kebijakan ini akan berjalan efektif jika masyarakatnya disiplin,

"Masyarakat dengan disiplin kuat adalah kunci pelaksanaan PSBB," begitu ucap Yuri.

Hingga hari ini, tercatat sudah ada 9.511 pasien positif di Indonesia. Sedangkan untuk korban meninggal, mencapai 773 dan yang sembuh 1.254 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona covid-19
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top