Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UMKM Terdampak Covid-19, Menteri Teten: Ecommerce Jadi Solusi

Pada periode ini, masyarakat cenderung memanfaatkan platform online untuk bertransaksi seiring dengan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 April 2020  |  16:09 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki melakukan sesi wawancara khusus dengan kantor berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Wawancara khusus itu membahas strategi Kementerian Koperasi dan UKM dalam meningkatkan daya saing pada era industri 4.0. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki melakukan sesi wawancara khusus dengan kantor berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Wawancara khusus itu membahas strategi Kementerian Koperasi dan UKM dalam meningkatkan daya saing pada era industri 4.0. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Oleh karena itu, Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah mendorong pemanfaatan e-commerce atau platform dagang-el untuk memacu penjualan pelaku usaha.

Menteri Koperasi UKM  Teten Masduki mengatakan UMKM pada bulan puasa bisa tetap produktif dengan menyediakan kebutuhan melalui dagang-el. Pasalnya, jelas dia, Ramadan pada tahun ini yang bertepatan dengan masa pandemi yang telah mengubah pola konsumsi masyarakat.

Pada periode ini, jelas dia, masyarakat cenderung memanfaatkan platform online untuk bertransaksi seiring dengan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah. Oleh karena itu, jelas dia, platform dagang-el menjadi pilihan bagi pelaku UMKM untuk tetap memasarkan produknya pada saat ini.

"UMKM jadi sektor paling terdampak tertuama di sektor mikro dan ultra mikro. E-commerce sekarang jadi sebuah solusi bagi UMKM," ujarnya, Selasa (28/4/2020).

Tetan merincikan sejumlah komoditas atau produk yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Menurut riset LPEM Universitas Indonesia, jelas dia, produk potensial yang dipasarkan selama periode ini adalah herbal, buah-buahan, dan sayur. Selain itu, jelasnya, makanan praktis yang mudah diolah dan disimpan lama juga menjadi kebutuhan.

Menurutnya, produk-produk tersebut banyak diproduksi oleh UMKM. "Ini sejalan dengan survei Nielsen bahwa 49 persen masyarakat sering masak di rumah," ujarnya.

Di sisi lain, Teten juga mengatakan Kemenkop UKM juga terus mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi produk koperasi dan UMKM. Masyarakat, jelasnya, perlu memperhatikan kehadiran pelaku usaha kecil di sekitarnya agar tetap mendukung mereka di masa pandemi ini.

"Kami terus suarakan masyarakat gunakan masker kain yang juga diproduksi oleh UMKM dan koperasi. Tak terbatas secara online, kami juga ajak belanja di warung tetangga dengan tetap konsumsi produk koperasi dan UMKM."

Teten menambahkan bahwa pihaknya juga terus mengedukasi pelaku koperasi dan UMKM di berbagai sektor agar mampu memanfaatkan platform daring dalam memasarkan produknya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm kemenkop Virus Corona Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top