Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alasan KPK Tetapkan Ketua DPRD Muara Enim sebagai Tersangka Suap

Aries diduga menerima suap Rp 3,031 miliar dari kontraktor bernama Robi Okta Fahlevi terkait pengerjaan 16 paket proyek di Muara Enim. Sementara Ramlan diduga menerima Rp 1,1 miliar dan ponsel Samsung Note 10.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2020  |  19:46 WIB
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua DPRD Muara Enim, Aries H.B. menjadi tersangka kasus suap proyek di Kabupaten Muara Enim. Selain Aries, KPK juga menetapkan Pelaksan Tugas Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi menjadi tersangka kasus ini.

“KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek di Muara Enim” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam siaran langsung di YouTube KPK, Senin (27/4/2020).

KPK menduga Aries menerima suap Rp 3,031 miliar dari kontraktor bernama Robi Okta Fahlevi terkait pengerjaan 16 paket proyek di Muara Enim. Sementara Ramlan diduga menerima Rp 1,1 miliar dan ponsel Samsung Note 10.

Alex mengatakan penetapan tersangka kepada kedua orang ini merupakan pengembangan perkara dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK kepada Bupati Muara Enim, Ahmad Yani.

Dalam OTT itu, KPK juga menangkap Kepala Bidang Pembangunan Jalan Muara Enim Elfin Muhtar dan Robi. KPK mendakwa Robi memberi suap Rp 12,5 miliar kepada Ahmad Yani. Robi dihukum 3 tahun penjara dalam kasus ini. Ahmad Yani dituntut 7 tahun penjara.

Dari pengembangan kasus ini, KPK kemudian menetapkan Aries dan Ramlan menjadi tersangka sejak 3 Maret 2020. KPK, kata Alex, juga sudah melakukan panggilan sebanyak dua kali, namun keduanya selalu mangkir. Hingga akhirnya, tim penindakan KPK menangkan Aries dan Ramlan di Palembang pada Ahad, 26 April 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top