Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 26 Mei 2020

Musababnya, masih tingginya angka pasien positif virus Corona di sana. Banyak penyebabnya, seperti mobilitas warga Depok yang bekerja di Jakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2020  |  19:38 WIB
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Depok mengajukan surat kepada Gubernur Jawa Barat untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB selama 28 hari ke depan, mulai 29 April hingga 26 Mei 2020, untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

"Saya sudah berkirim surat ke Gubernur Jawa Barat untuk memperpanjang PSBB," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2020).

Sebelumnya, Kota Depok telah melakukan PSBB pada 15 April hingga 28 April 2020 dan saat ini kembali mengirim surat Wali Kota dengan Nomor 443/200-HUK/GT Tanggal 26 April 2020 tentang Pengajuan Permohonan Perpanjangan Penetapan PSBB di Wilayah Kota Depok.

Idris mengatakan pertimbangan utama adalah tren kasus terkonfirmasi positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini masih meningkat. "Hal ini tidak saja terjadi di Kota Depok, akan tetapi terjadi di wilayah Jabodetabek," jelas Idris.

Ia menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan masih tingginya peningkatan kasus adalah penularan melalui transmisi lokal.

Selain itu banyaknya status PDP berubah menjadi kasus positif setelah swab PCR-nya dinyatakan positif. Juga, kata Idris, masih tingginya pergerakan orang menuju wilayah DKI Jakarta untuk kepentingan pekerjaan sehingga penggunaan moda transportasi publik masih tetap tinggi.

Penyebab lain, menurut Idris, masih banyaknya pergerakan orang di dalam Kota Depok, banyaknya kerumunan, dan tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Ia menambahkan, juga karena belum adanya sanksi yang tegas dalam penerapan PSBB.

"Perlu adanya penegasan sanksi dalam penerapan PSBB, yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat," ujarnya.

Ia menyadari kebijakan perpanjangan PSBB memerlukan komitmen dari semua pihak. Ia memohon kerja sama warga Depok untuk mengikuti semua protokol pemerintah dan pengaturan PSBB, agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top