Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Longgarkan Lockdown, Presiden Afrika Selatan: Kami Perlu Makan!

Penurunan lockdown ke level 4 secara otomatis akan memperbolehkan sejumlah kegiatan, termasuk aktivitas bisnis dengan intensitas sepertiga dari normal.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 24 April 2020  |  14:38 WIB
Ilsutrasi wilayah dan bendera Afrika Selatan.
Ilsutrasi wilayah dan bendera Afrika Selatan.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Afrika Selatan resmi mengumumkan rencana pelonggaran lockdown yang akan berlaku efektif per 1 Mei 2020.

Dalam pengumumannya, Presiden Cyril Ramaphosa memaparkan bahwa lockdown akan diturunkan dari level 5 ke level 4.

"Lockdown memang merupakan cara paling mujarab menekan persebaran corona. Tapi, kebijakan ini tak bisa terus menerus berjalan tanpa kepastian. Orang-orang di negara kami perlu makan dan mencari uang untuk bertahan hidup," ujar Ramaphosa seperti diwartakan Bloomberg, Jumat (24/4/2020).

Penurunan lockdown ke level 4 secara otomatis akan memperbolehkan sejumlah kegiatan. Berdasarkan dokumen resmi negara, aktivitas bisnis boleh dilakukan dengan intensitas sepertiga dari kegiatan normal. Industri yang mulai dibolehkan seperti pabrik rokok, logistik, jasa kirim, dan beberapa usaha pengolahan.

Adapun sektor yang dilarang adalah sektor yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Seperti industri hiburan, bioskop, pusat perbelanjaan, konser musik, ritual keagamaan massal, hingga bar.

Transportasi umum akan dibuka secara terbatas, tetapi dengan kriteria kebersihan ketat dan penumpang tetap diwajibkan menggunakan masker. Sedangkan penerbangan internasional dan perpindahan antar provinsi tetap dilarang, kecuali untuk keperluan genting seperti pemakaman.

Kebijakan lockdown di Afrika Selatan diberlakukan sejak 27 Maret 2020. Mulanya, lockdown hanya ditetapkan 21 hari, tapi belakangan pemerintah sudah memastikan masa perpanjangan selama dua pekan.

Pengamat ekonomi Efficient Group, Dawie Roodt menilai lockdown di Afsel sebenarnya terlambat, namun dia mengapresiasi kesungguhan pemerintah dan kemauan untuk mencoba mengaktifkan perekonomian lagi. Yang kemudian jadi pertanyaan dan diragukan Roodt adalah antisipasi pemerintah bila wabah memburuk lagi.

"Jika itu terjadi, indikator apa yang bisa dipakai untuk menaikkan level lockdown ke level lima lagi? Saya rasa pemerintah juga harus memikirkan keras hal itu," ujarnya kepada Bloomberg.

Kasus corona di Afsel sebenarnya tak separah negara-negara episenter seperti AS atau Spanyol. Hingga kini adaa 3.953 kasus dengan 75 orang dinyatakan meninggal.

Meski demikian, secara perekonomian dampaknya begitu besar. Pandemi ini tidak saja melumpuhkan aktivitas ekonomi, tapi juga membuat pasokan keluar masuk logisitik dari atau ke negara lain terhambat.

"Kami tak boleh tergesa-gesa tentunya, karena kami tak ingin menyesal di kemudian hari. Pelonggaran ini akan berjalan pelan-pelan," tandas Ramaphosa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afrika selatan Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top