Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah “Mudik vs Pulang Kampung” Pengalihan Isu Anggaran Covid-19?

Pernyataan itu dilontarkan politikus PKS, Mardani Ali Sera. Ia berpendapat masyarakat jangan fokus pada isu mudik vs pulang kampung. Sebab, ada isu lain yang jauh lebih besar, yakni stimulus Covid-19 yang mencapai Rp405 triliun.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 April 2020  |  17:37 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020). Ratas tersebut membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2021 dan rencana kerja pemerintah tahun 2021. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020). Ratas tersebut membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2021 dan rencana kerja pemerintah tahun 2021. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota DPR Fraksi PKS, Mardani Ali Sera mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah atas ramainya penyebutan “Mudik atau Pulang Kampung”. Akan tetapi, ia berharap, masyarakat tetap harus fokus mengawasi penggunaan dana penanggulangan wabah virus Corona (Covid-19).

“Bisa saja 'Mudik vs Pulang Kampung' jadi bagian dari pengalihan isu dari fokus mengawasi dana Covid-19,” ujar Ali Sera, Jumat (24/4/2020).

Ali Sera kembali mengingatkan untuk tidak lengah dengan dana sebesar Rp405 trilun yang dialokasikan untuk penanganan wabah mematikan itu.

“Angka itu sangat besar. Ada pula alokasi dana sebesar Rp75 triliun untuk kesehatan. Namun alat perlindungan diri (APD) benar-benar langka dan membahayakan petugas kesehatan,” katanya.

Bahkan, dana Kartu Prakerja sebagian malah dialokasikan untuk delapan aplikator yang muatan pelatihannya sebagian bisa didapat gratis melalui internet, ujar Ali Sera.

“Ayo semua awasi dana Covid-19. Jangan sampai kejadian 1998, membuat negara hingga hari ini harus menanggung beban utang Rp600 triliun akibat BLBI. Sekali lagi awasi dana Covid-19,” ajak Ali Sera.

Sebelumnya, dalam satu acara televisi, pembawa acara Najwa Shihab bertanya kepada Presiden Jokowi, apakah mudik itu dilarang atau tidak karena sudah banyak orang yang mudik sampai saat ini.

Jokowi lantas menjawab: "Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung."

Menurut Jokowi, pulang kampung berbeda dengan mudik. Jokowi mengatakan mudik dilakukan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun 'pulang kampung' tidak terbatas pada momen Lebaran.

"Ya kalau mudik itu di hari Lebaran-nya, beda, untuk merayakan Idul Fitri. Kalau yang namanya pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak-istrinya ada di kampung," kata Jokowi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top