Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Sudah Diterapkan, Tapi Jumlah PDP dan ODP Tetap Meningkat

Berdasarkan perkembangan terkini, Rabu (22/4/2020) jumlah PDP telah mencapai 17.754 orang, sedangkan OPD jumlahnya telah meningkat menjadi 193.571 orang. 
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 22 April 2020  |  18:01 WIB
Petugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 kepada pengemudi angkutan umum di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 kepada pengemudi angkutan umum di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah mengupayakan segala cara untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, salah satunya dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, jumlah ODP dan PDP setiap harinya justru terus meningkat. 

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus Corona atau Covid-19 setiap harinya terus bertambah. 

Pada 17 April 2020, data yang dirilis pemerintah jumlah PDP sekitar 12.160 kasus, sedangkan jumlah ODP tercatat 173.732 orang. Jumlah tersebut merupakan data akumulatif yang dikumpulkan dari seluruh Dinas Kesehatan di Indonesia. 

Namun, hanya dalam hitungan hari perkembangan jumlah PDP dan ODP mengalami kenaikan cukup signifikan.

Berdasarkan perkembangan terkini, Rabu (22/4/2020) jumlah PDP telah mencapai 17.754 orang, sedangkan OPD jumlahnya telah meningkat menjadi 193.571 orang. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan sebagian besar OPD telah selesai masa pemantauan. Namun, jumlahnya masih belum menunjukkan penurunan.

Begitu juga dengan jumlah PDP yang belum menunjukan tanda-tanda penurunan dalam kurun enam hari belakangan ini. 

“Kelompok PDP ini akan kami prioritaskan pengecekan laboratorium untuk tes PCR,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2020). 

Di sisi lain, pemerintah saat ini masih mengalami kendala untuk melaksanakan pemeriksaan Covid-19 karena kekurangan reagen. Yurianto atau yang akrab disapa Yuri ini mengatakan saat ini ada 38 laboratorium yang bekerja aktif untuk memeriksa spesimen Covid-19.

Jumlah tersebut hanya naik sebanyak 1 laboratorium jika dibandingkan hari sebelumnya. Padahal sebelumnya pemerintah menargetkan bisa mengaktifkan seluruh laboratorium yang jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 70 laboratorium di berbagai daerah. 

“Beberapa laboratorium akan ditambahkan begitu reagen dari negara lain sudah bisa kita terima,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa spesimen yang diperiksa sampai saat ini totalnya mencapai 55.732 spesimen. Dari total tersebut, yang telah diperiksa sebanyak 47.361 orang.

Dari jumlah tersebut, terakumulasi hasil positif terinfeksi virus Corona yang didapatkan adalah sebanyak 7.418 orang dan hasil negatif 39.943 orang. 

Dari kasus positif, Yuri menyampaikan bahwa terdapat 913 orang yang telah dinyatakan sembuh dan 635 orang meninggal. 

 Perkembangan jumlah ODP dan PDP sejak 17 April hingga 22 April 2020

TanggalPDP (Orang)ODP (Orang)
22 April17.754193.571
21 April16.763186.330
20 April16.343181.770
19 April15.464178.000
18 April12.979176.334
17 April12.610173.732

Sumber: Gugus Tugas Covid-19, diolah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top