Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Musim Pancaroba, Bahaya DBD Mengintai

Indonesia mencatatkan peningkatan kasus DBD dibandingkan dengan tahun lalu di tengah mewabahannya virus Covid-19.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 18 April 2020  |  16:40 WIB
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA – Selain virus corona atau Covid-10, wabah penyakit demam berdarah atau DBD menjadi ancaman yang patut diwaspadai kala memasuki musim pancaroba.

Indonesia mencatatkan peningkatan kasus DBD dibandingkan dengan tahun lalu di tengah mewabahannya virus Covid-19.

Adapun, per Maret 2020 Kementerian Kesehatan mencatat kasus DBD dilaporkan di 424 kabupaten dan kota di Indonesia. Kasus tercatat pada Maret 2020 itu mencapai angka 41.805 kasus atau meningkat 1.280 kasus jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pada masa pembatasan sosial dengan beraktivitas di rumah, masyarakat perlu mewaspadai juga penyebaran penyakit DBD.

“Karena menjadi ancaman berikutnya saat musim pancaroba menaikkan kasus demam berdarah,” katanya dalam keterangan persnya, Sabtu(18/4/2020).

Sementara itu, peningkatan asus DBD membuat beberapa daerah di Indonesia menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

Yurianto menyatakan ada tiga provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat DBD di Indonesia yaitu NTT dengan 48 jiwa, Jawa Barat 33 jiwa dan Jawa Timur 26 Jiwa.

“Terjadinya fluktuasi jumlah kasus dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya curah hujan, perubahan lingkungan, kepadatan populasi manusia yang berdampak pada peningkatan tempat perkembangbiakan nyamuk sehingga meningkatkan penularan,” ujar Yuri.

Di lain pihak, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat perlu mengetahui di mana saja tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, karena setiap tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk bila terdapat genangan air.

Dia menuturkan tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk di rumah antara lain, bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut ( kaki meja ), air pembuangan kulkas, tempat minum burung (yang jarang diganti), pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yang bisa nenampung air).

“Ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali terutama di rumah kita. Masyarakat harus mengetahuinya agar tidak salah sasaran dalam memberantas sarang nyamuk,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit demam berdarah
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top