Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Tengah Pandemi Corona, Jeff Bezos Justru Tambah 'Tajir'

Miliarder asal Amerika Serikat Jeff Bezos mendapatkan keuntungan dari melonjaknya transaksi masyarakat melalui platform dagang elektronik miliknya, yakni Amazon.com.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 April 2020  |  20:48 WIB
Presiden dan CEO Amazon, sekaligus pemilik The Washington Post, Jeff Bezos berbicara di acara Milestone Celebration Dinner yang digelar Economic Club of Washington DC di Washington, AS, Kamis (13/9). - Reuters/Joshua Roberts
Presiden dan CEO Amazon, sekaligus pemilik The Washington Post, Jeff Bezos berbicara di acara Milestone Celebration Dinner yang digelar Economic Club of Washington DC di Washington, AS, Kamis (13/9). - Reuters/Joshua Roberts

Bisnis.com, JAKARTA - Jutaan orang yang tertahan di rumah selama kebijakan pembatasan sosial, membuat mereka semakin bergantung pada layanan dagang elektronik (e-commerce). Hal itu membuat kinerja perusahaan dagang-el termasuk Amazon.com Inc. yang didirikan oleh Jeff Bezos terus naik.

Dilansir melalui Bloomberg, saham Amazon tercatat melonjak dengan rekor sebesar 5,3 persen pada Selasa (14/4) waktu setempat, sehingga membuat kekayaan bersih Bezos naik menjadi US$138,5 miliar.

Adapun, pandemi virus corona telah membuat ekonomi global terhenti dan mendorong hampir 17 juta orang Amerika menjadi pengangguran dalam rentang tiga pekan terakhir.

JPMorgan Chase dan Wells Fargo & Co. memberi isyarat bahwa akan ada kerugian pinjaman yang dipicu oleh pemutusan hubungan kerja yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun kondisi itu tidak berlaku untuk Bezos dan rekan-rekan miliardernya yang justru melihat kekayaan mereka kembali pulih dalam beberapa pekan terakhirm berkat stimulus dari pemerintah dan bank sentral kepada pasar.

"Kesenjangan kekayaan akan menjadi lebih luas dengan apa yang terjadi sekarang. Orang yang benar-benar kaya tidak perlu khawatir. Kekayaan mereka memang berkurang tapi masih cukup untuk makan atau memiliki tempat berteduh," kata kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co. Matt Maley, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (15/4).

Sepanjang tahun ini saja kekayaan Bezos telah bertambah hampir US$24 miliar.

Sementara itu, kekayaan MacKenzie Bezos naik US$8,2 miliar menjadi US$45,3 miliar, dengan kepemilikan saham 4 persen yang ditinggalkan di Amazon sebagai kesepakatan perceraian pasangan itu baru-baru ini.

Dia sekarang berada pada posisi ke-18 pada peringkat kekayaan Bloomberg, mendahului orang terkaya di India, Mukesh Ambani dan orang terkaya dari Meksiko, Carlos Slim.

Saham pesaingnya, seperti Walmart Inc., juga mencatatkan kenaikan yang turut mendorong kekayaan keluarga Walton.

Kekayaan bersih gabungan Alice, Jim, dan Rob Walton naik hampir 5% sejak awal tahun menjadi US$169 miliar.

Di samping itu, CEO Tesla Inc. Elon Musk turut mengalami meraup kekayaan tambahan sebesar US$10,4 miliar tahun ini, lebih tinggi dari siapa pun selain Bezos.

Kekayaan pendiri Zoom Video Communications Inc. Eric Yuan, dengan layanan telekonferensi yang menjadi populer dalam semalam di tengah pandemi, meningkat dua kali lipat menjadi US$7,4 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amazon.com jeff bezos Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top