Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Buntut Kericuhan Lapas Manado, 41 Napi Dipindahkan ke Nusakambangan

Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Nugroho mengatakan, untuk mengetahui kepastian penyebab terjadinya kerusuhan, pihaknya telah berkerjasama dengan Kanwil di Sulawesi Utara.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 April 2020  |  07:39 WIB
Buntut Kericuhan Lapas Manado, 41 Napi Dipindahkan ke Nusakambangan
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 41 narapidana diamankan sebagai buntut kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuminting di Manado, Sulawesi Utara.

Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Nugroho mengatakan, untuk mengetahui kepastian penyebab terjadinya kerusuhan, pihaknya telah berkerjasama dengan Kanwil di Sulawesi Utara. Selain itu, kepolisian juga dilibatkan untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan.

“Apabila ada unsur pidana yang ditemukan, tentunya akan ditindak secara hukum

dangan tegas,” katanya dikutip dari keterangan pers, Senin (13/4/2020).

Nugroho juga telah membentuk Tim Tanggap Darurat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mempercepat penyelidikan dan mengatasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari masalah ini.

Tim tersebut dikepalai oleh Direktur Keamanan dan Ketertiban, Tejo Harwanto.

Tejo mengatakan, pihaknya telah menahan 41 narapidana, termasuk 18 diantaranya yang diduga menjadi provokator kerusuhan.

Mereka telah dibawa ke Polda Sulawesi Utara untuk kemudian dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

"Mereka akan diperiksa dan diselidiki lebih lanjut," kata Tejo.

Nugroho menambahkan, penyebab kerusuhan juga masih didalami. Ia menduga faktor layanan yang belum maksimal atau upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Lapas, Rutan dan LPKA dapat menjadi penyebab.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulawesi utara lapas
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top