Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penanganan Corona, Jumlah Relawan Tembus 20.000 Orang

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan yang signifikan untuk jumlah relawan yang membantu penanganan Covid-19.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 13 April 2020  |  16:54 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah relawan untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 meningkat menjadi sekitar 20.000 orang dari akhir pekan lalu sekitar 18.000 orang.

"Data [relawan] tersebut merupakan jumlah relawan yang mendaftarkan diri ke gugus tugas tingkat daerah dan nasional," kata Yurianto dalam konferensi pers jarak jauh, Senin (13/4/2020).

Yurianto juga mencatat jumlah donasi dari masyarakat yang telah ditampung Gugus Tugas Penanganan Covid-19 saat ini telah menembus Rp196 miliar. Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti kepada masyarakat internasional bahwa gotong-royong merupakan budaya utama bangsa.

"[Prestasi] ini akan kami pertahankan, karena sifat gorong-royong ini yang sedang diuji [dengan adanya Covid-19]," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini telah ada lebih dari 70 laboratorium yang telah diaktifkan untuk keperluan pemeriksaan Covid-19. Adapun, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan bahan baku reagen hingga 200.000 pemeriksaan.

"Artinya, akses layanan pemeriksaan PCR [polymerase chain reaction] real-time sudah lebih merata," kata Yurianto.

Dia mengungkapkan data terakhir menunjukkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan Covid-19 pada lebih dari 27.000 sampel di 186 kabupaten/kota.

Di sisi lain, Yurianto menyatakan pihaknya telah menyediakan lebih dari 800.000 unit alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis dalam penanganan wabah Covid-19. Menurutnya, seluruh APD tersebut merupakan sudah sesuai dengan standar medis.

Sementara itu, diberitakan Bisnis sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta percepatan pengetesan polymerase chain reaction (PCR). Jokowi ingin agar per hari Indonesia bisa melakukan pengetesan terhadap 10.000 spesimen.

“Tes PCR sampai hari ini sudah menjangkau 26.500 tes. Ini juga lompatan yang baik tapi saya ingin setiap hari paling tidak kita bisa tes lebih dari 10.000,” kata Presiden Jokowi ketika membuka rapat terbatas dengan Gugus Tugas Covid-19.

Jokowi melanjutkan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya mendatangkan 18 buah alat tes PCR. Setiap alat memiliki kapasitas 5.000 spesimen per hari.

“Berarti 18 [alat PCR] per hari bisa tes 9.000, sangat baik,” kata Jokowi ketika membuka rapat terbatas dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalui telekonferensi, Senin (13/4/20200.

Selain itu, Jokowi juga meminta jangkauan tes PCR diperluas, utamanya di daerah episentrum. Dia meminta agar penumpukan sampel di laboratorium dikurangi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top