Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral Eropa Sebut Ekonomi Zona Euro Paling Terpukul karena Corona

Eropa kemungkinan akan mengalami resesi yang lebih parah daripada seluruh dunia, kata Wakil Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Luis de Guindos.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 April 2020  |  17:48 WIB
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman. - Reuters
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Eropa kemungkinan akan mengalami resesi yang lebih parah daripada seluruh dunia. Wakil Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Luis de Guindos mengatakan karena itulah pemulihan ekonomi harus dimulai pada semester kedua tahun ini.

Dia melanjutkan pemulihan mungkin memakan waktu hingga 2021, tetapi tanda-tanda pertama pertumbuhan harus terlihat mulai pada kuartal ketiga tahun ini.

"Dengan semua langkah ini sekarang dimainkan, Eropa lebih siap untuk menanggapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Guindos dilansir Bloomberg pada Minggu (12/4/2020).

ECB bulan lalu meluncurkan program darurat pembelian 750 miliar euro (US$820 miliar) sebagai tanggapan terhadap krisis terburuk di kawasan euro dalam beberapa dekade terakhir.

Guindos mengatakan pengeluaran tambahan pemerintah untuk melawan dampak virus akan memerlukan kebutuhan pendanaan yang lebih besar, antara 1 triliun euro dan 1,5 triliun euro, jumlah yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya.

Namun demikian, Guindos mengatakan tingkat utang di kawasan euro masih stabil. Tindakan ECB bertujuan menghindari fragmentasi karena pemerintah berusaha untuk membiayai kebutuhan dalam negeri.

"Kami tidak melihat skenario apa pun di mana utang ini menjadi masalah. Ini bukan skenario yang sedang saya pertimbangkan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecb zona euro

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top