Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badan Antariksa Rusia Sebut AS Berencana Rebut Planet Lain

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, menuduh Presiden AS Donald Trump menciptakan landasan untuk mengambil alih planet lain.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 April 2020  |  00:28 WIB
Presiden AS Donald Trump - Reuters/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, MOSKWA – Badan antariksa Rusia, Roscosmos, menuduh Presiden AS Donald Trump menciptakan landasan untuk mengambil alih planet lain dengan menandatangani perintah eksekutif yang menguraikan kebijakan AS tentang penambangan komersial di luar angkasa.

Perintah eksekutif, yang Roscosmos katakan merusak ruang lingkup kerja sama internasional di luar angkasa, ditandatangani pada Senin (6/4/2020) waktu AS.

AS disebut akan berusaha untuk merundingkan "pernyataan bersama dan pengaturan bilateral dan multilateral dengan negara-negara asing mengenai operasi yang aman dan berkelanjutan untuk pemulihan publik dan swasta dan penggunaan sumber daya ruang".

Warga AS juga harus memiliki hak untuk terlibat dalam aktivitas semacam itu dan bahwa ruang angkasa adalah domain aktivitas manusia yang unik secara hukum dan fisik, dan AS tidak melihatnya sebagai milik bersama global.

Roscosmos mengatakan bahwa perintah itu membuat AS berselisih dengan gagasan ruang milik semua umat manusia.

"Upaya untuk mengambil alih ruang angkasa dan rencana agresif untuk benar-benar merebut wilayah planet lain, hampir tidak mengatur negara-negara [di jalur untuk] kerja sama yang bermanfaat," menurut pernyataan Roscosmos yang dirilis Selasa (7/4/2020).

Hubungan antara Rusia dan AS berada di posisi terendah pasca-Perang Dingin, tetapi kerja sama antariksa terus berlanjut meskipun ada berbagai perbedaan mulai dari Ukraina hingga tuduhan campur tangan dalam pemilu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa segala upaya untuk memprivatisasi ruang dalam satu bentuk atau lainnya—dan dia merasa sulit untuk mengatakan sekarang apakah ini dapat dilihat sebagai upaya untuk memprivatisasi ruang—tidak dapat diterima.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat rusia Donald Trump

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top