Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manufaktur AS Jeblok, Indeks Tenaga Kerja Terlemah Sejak 2009

Pada Maret 2020, Purchasing Manager's Index (PMI) AS turun 7,6 poin dibandingkan dengan Februari menjadi 42,2.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 April 2020  |  10:13 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif bank di Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Rabu, 11 Maret 2020. Trump mengatakan akan membuat pernyataan padda Rabu (11/3/2020) malam tentang bagaimana dia akan meredam wabah virus corona. - Bloomberg\n\n
Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif bank di Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Rabu, 11 Maret 2020. Trump mengatakan akan membuat pernyataan padda Rabu (11/3/2020) malam tentang bagaimana dia akan meredam wabah virus corona. - Bloomberg\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan permintaan dan lapangan kerja di pabrik-pabrik di AS anjlok pada angka paling rendah dalam 11 tahun terakhir.

Produsen bergulat dengan terjunnya permintaan karena pandemi virus corona yang melanda dunia.

Pada Maret 2020, Purchasing Manager's Index (PMI) AS turun 7,6 poin dibandingkan dengan Februari menjadi 42,2. Angka itu menjadi yang terendah Maret sejak 2009.

Sedangkan indeks ketenagakerjaan merosot ke angka 43,8 atau terlemah sejak Mei 2009. Meski demikian, sepuluh dari 18 industri manufaktur melaporkan pertumbuhan pada bulan Maret.

Sedangkan headline manufacturing PMI, yang terdiri atas lima survei yakni pesanan baru, output, tenaga kerja, waktu pengiriman pemasok dan stok pembelian, mencatatkan penurunan 1 poin menjadi 49,1.

Indeks pengiriman pemasok yang melonjak terbesar sejak 2005 mencerminkan wabah menimbulkan disfungsi jalur pasokan global dan menciptakan kekosongan penjualan ketika banyak bisnis tutup.

Manajer riset ISM, Kristina Cahill, mengatakan surveinya dilakukan sepanjang Maret 2020. Responden diminta untuk menjawab selambat-lambatnya pada periode tersebut untuk memberikan gambaran kegiatan yang lebih lengkap.

"Komentar dari panel negatif mengenai prospek jangka pendek, dengan sentimen jelas dipengaruhi oleh pandemi virus corona dan volatilitas pasar energi," kata Timothy Fiore, Ketua Komite Survei ISM, dilansir Bloomberg, Kamis (2/4/2020).

Produksi juga menyusut pada Maret, dengan indeks output ISM turun menjadi 47,7 dari sebelumnya 50,3. Sedangkan indeks inventaris pabrikan, komponen terakhir yang digunakan untuk menghitung keseluruhan indeks ISM, sedikit berubah dan masih berkontraksi.

Indeks harga juga merosot ke level terendah dalam lebih dari empat tahun, sebagian mencerminkan penurunan harga minyak mentah di tengah perang antara Rusia dan Arab Saudi serta melemahnya permintaan.

Penurunan indeks manajer pembelian pabrik didahului oleh laporan regional lain yang lebih suram. Bank-bank Federal Reserve di Dallas, New York, Philadelphia dan Kansas City semuanya melaporkan rekor penurunan bulanan dalam indeks manufaktur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur amerika serikat

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top