Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ingin Bepergian, Warga China Wajib Dapat 'Lampu Hijau' dari Alipay

Aplikasi Alipay milik Ant Financial, afiliasi keuangan yang dikendalikan oleh co-founder Alibaba Group Holding Ltd. Jack Ma, dan WeChat dari Tencent Holdings Ltd. telah banyak membantu menekan penyebaran Covid-19 sejak menyebar di Wuhan pada Januari.
Jack Ma meluncurkan Alipay sebagai alat transaksi dalam pasar daring pada tahun 20014./Istimewa
Jack Ma meluncurkan Alipay sebagai alat transaksi dalam pasar daring pada tahun 20014./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Clarence, seorang staff bank di China, bergegas menuju stasiun kereta di tempat tinggalnya di Provinsi Hubei menuju ke Hong Kong.

Clarence menjadi salah satu dari sejumlah warga yang diizinkan bepergian dari pusat penyebaran virus corona (Covid-19) di China tersebut setelah mengantongi dua izin berbeda: surat dari perusahaan serta ‘lampu hijau’ dari aplikasi Alipay.

“Ini seperti drama Prison Break. Ada begitu banyak level yang harus dilalui dan begitu banyak hambatan untuk diatasi untuk meninggalkan provinsi Hubei,” ungkap Clarence yang menolak menyebutkan nama lengkapnya karena masalah privasi, seperti dikutip Bloomberg.

Aplikasi Alipay milik Ant Financial, afiliasi keuangan yang dikendalikan oleh co-founder Alibaba Group Holding Ltd. Jack Ma, dan WeChat dari Tencent Holdings Ltd. telah banyak membantu menekan penyebaran Covid-19 sejak menyebar di Wuhan pada Januari.

Aplikasi ini dengan mudah melacak aktivitas ratusan juta penggunanya karena Alipay menjadi saluran pembayaran utama untuk semua aktivitas saat pandemi, mulai dari naik kendaraan pembelian melalui e-commerce.

Selama wabah, Alipay dan WeChat merilis sistem kode QR yang dapat dibaca oleh smartphone dan menentukan individu mana yang memiliki risiko kesehatan dan perlu dikarantina atau diizinkan menggunakan ruang publik dan transportasi.

Sekarang teknologi yang diluncurkan oleh Beijing dan diadaptasi untuk digunakan pada platform Tencent dan Ant, terbukti berperan penting dalam mengawasi pergerakan penduduk saat China mencoba pulih dari tekanan akibat Covid-19.

Alipay, metode pembayaran pada sejumlah platform e-commerce Alibaba mulai dari Taobao hingga Tmall, adalah yang pertama memperkenalkan teknologi ini. Sistem kode kesehatan berbasis QR akan menunjukkan tiga warna berbeda setelah memindai pengguna, yang berdasarkan lokasi, informasi kesehatan dasar, dan riwayat perjalanan.

Warna hijau pada aplikasi berarti kebebasan bergerak, sedangkan kuning dan merah menunjukkan bahwa masing-masing perlu melakukan karantina mandiri atau bahkan diharuskan memasuki fasilitas karantina.

Kode QR berwarna yang telah digunakan di lebih dari 200 kota tersebut diperoleh dengan memasukkan informasi yang mencakup nama, nomor identitas nasional, lokasi saat ini, riwayat perjalanan terakhir, serta mengonfirmasi apakah orang tersebut telah melakukan kontak dengan pasien rawat jalan atau siapa pun yang dirawat di rumah sakit dalam 14 hari terakhir.

Setelah semuanya selesai, kode warna akan muncul secara otomatis. Setiap kode di-refresh pada tengah malam.

Kafe, restoran, dan pusat perbelanjaan di seluruh China mewajibkan pengunjung untuk menunjukkan kode QR hijau sebelum memberikan izin masuk. Ant Financial mengungkapkan, sejak kode QR ini pertama kali diluncurkan oleh Alipay pada 11 Februari di Hangzhou, sejumlah pedagang dan bisnis di seluruh China dengan cepat mengadopsi teknologi ini.

Sementara itu, Tencent bekerja sama unit badan perencanaan ekonomi China untuk merancang program serupa yang dapat diakses melalui WeChat.

Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan kurangnya transparansi terhadap metode penentuan warna aplikasi tersebut, sedangkan yang lainnya mencatat ada gangguan teknis pada aplikasi yang menyebabkan penentuan kode warna yang salah.

"Platform big data ini telah membuat saya benar-benar kesal," tulis pengguna Weibo Miuyekanshijie pada 23 Maret. "Kesalahan kode kesehatan saya masih belum terselesaikan ... ini sangat memengaruhi kemampuan saya untuk bepergian."


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper