Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IOC Tokyo 2020: Pembatalan Olimpiade Tidak Masuk Agenda

Dewan Eksekutif International Olympic Committee (IOC) Tokyo 2020 menyatakan tidak ada opsi pembatalan Olimpiade Tokyo 2020 meski virus corona telah merebak ke berbagai negara.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  09:40 WIB
Sejumlah wanita mengenakan masker untuk mencegah virus corona saat melintas di Odaiba Marine Park, Tokyo, Jepang, (27 - 2 / 2020) / Antara.
Sejumlah wanita mengenakan masker untuk mencegah virus corona saat melintas di Odaiba Marine Park, Tokyo, Jepang, (27 - 2 / 2020) / Antara.

Bisnis.com JAKARTA - Dewan Eksekutif International Olympic Committee (IOC) Tokyo 2020 menegaskan pembatalan Olimpiade Tokyo 2020 tidak menjadi pilihan.

Dalam pernyataan resmi melalui situs Tokyo 2020 pada Senin (23/3/2020), alih-alih merencanakan pembatalan, IOC yang dipimpin oleh Thomas Bach bakal mulai menyiapkan skenario perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Skenario ini berhubungan dengan modifikasi pelaksanaan operasional olimpiade pada 24 Juli 2020 dan juga untuk perubahan tanggal mulai pertandingan. Hal ini diputuskan demi kepentingan atlet dan semua pihak yang terlibat.

“IOC EB menekankan bahwa pembatalan Olimpiade Tokyo 2020 tidak akan menyelesaikan masalah atau membantu siapa pun. Oleh karenanya, pembatalan tidak ada dalam agenda,” ungkap IOC.

Di sisi lain, warga Jepang mulai memperlihatkan sambutan positif usai datangnya lampion Olimpiade yang tiba di Pangkalan Udara Matsushima di Prefektur Miyagi pada Jumat (20/3/2020).

Sambutan tersebut meningkatkan kepercayaan IOC pada tuan rumah Jepang bahwa IOC tetap dapat menyelenggarakan olimpiade dengan batasan keamanan tertentu.

IOC menyadari sepenuhnya bahwa terdapat peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan yang terjadi di berbagai negara. Oleh sebab itu, IOC perlu mempersiapkan skenario penyelenggaraan olimpiade secara matang.

IOC juga menyadari rintangan yang bakal dihadapi seperti sulitnya mencari venue, pesanan hotel, dan jadwal 33 cabang olahraga olimpiade yang harus disesuaikan.

Dengan demikian, IOC membutuhkan kerja sama dengan otoritas Jepang dan semua Federasi Federasi Internasional (IF) dan Komite Olimpiade Nasional (NOC). Tak hanya itu, kolaborasi dengan pihak pemegang hak siaran dan juga sponsor, dan seluruh mitra di tengah wabah ini juga sangat diperlukan .

IOC akan mulai berkoordinasi dengan Komite Penyelenggara Tokyo 2020 dan pemerintah metropolitan Tokyo, termasuk skenario penundaan. IOC menargetkan diskusi akan selesai dalam 4 pekan ke depan.

Thomas Bach pada Senin (23/3/2020) telah menulis kepada komunitas atlet global untuk memberikan penjelasan tentang pendekatan IOC. Dalam surat itu, Bach menekankan bahwa kesehatan menjadi prinsip utama.

“Kehidupan manusia didahulukan dari segalanya, termasuk pentas Olimpiade. IOC ingin menjadi bagian dari solusi. Harapan yang diungkapkan oleh begitu banyak atlet, NOC, dan IF dari lima benua akan terpenuhi. Bahwa pada akhir terowongan yang gelap ini kita semua akan melalui bersama, tidak tahu berapa lama itu, nyala Olimpiade akan menjadi cahaya di ujung terowongan ini," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokyo Virus Corona Olimpiade 2020
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top