Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keuskupan Agung Jakarta: Tak Ada Kegiatan Gereja, Mulai Hari Ini

Para pastor diminta untuk tetap melayani kebutuhan rohani dan sakramental umat dengan memperhatikan kondisi dan ketentuan yang ada.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  17:08 WIB
Umat Katolik mengikuti jalannya Misa Kamis Putih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (18/4/2019). Kamis Putih merupakan hari pertama dari Tri Hari Suci Paskah yang dirayakan untuk memperingati perjamuan terakhir Yesus bersama para murid. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Umat Katolik mengikuti jalannya Misa Kamis Putih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (18/4/2019). Kamis Putih merupakan hari pertama dari Tri Hari Suci Paskah yang dirayakan untuk memperingati perjamuan terakhir Yesus bersama para murid. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menilai positif ajakan pemerintah pusat dan daerah untuk menerapkan social distancing measure guna memutus mata rantai penyebaram virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Vikaris Jenderal KAJ Samuel Pangestu mengatakan semua kegiatan kegerejaan yang mengumpulkan banyak orang bakal ditiadakan selama 15 hari, mulai tanggal 20 Maret sampai dengan 3 April 2020.

“Misa Mingguan akan disiarkan secara online via live streaming atau channel youtube,” Kata Samuel melalui pesan tertulis yang diterima Bisnis, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Dia menuturkan semua kegiatan kerohanian bersama juga turut ditiadakan, seperti misa lingkungan, misa ujub, renungan Aksi Puasa Pembangunan (APP) lingkungan dan Jalan Salib.

Kendati demikian, ia mengatakan, para pastor diminta untuk tetap melayani kebutuhan rohani dan sakramental umat dengan memperhatikan kondisi dan ketentuan yang ada.

“Para pastor paroki bersama Dewan Pengurus Harian (DPH) dan seluruh umat paroki didorong untuk terus mewujudkan bela rasa kepada keluarga-keluarga pra sejahtera,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo.

Gugus tugas ini bekerja untuk mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat maupun di daerah, melibatkan ASN, TNI dan POLRI, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi.

Selain itu, Jokowi juga telah membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, serta membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi online dan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan seluruh warga DKI Jakarta untuk memperhatikan interaksi sosial ihwal pencegahan penyabaran Covid-19 di kawasan ibukota. Ia beralasan, saat ini DKI Jakarta merupakan salah satu tempat di mana virus tersebut telah menular dari satu pribadi ke pribadi lain.

“Dalam menjalani hari-hari ke depan semua Warga Jakarta harus melakukan Social Distancing Measure, yaitu menjaga jarak antar warga, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat berkumpul orang banyak,” himbau Anies melalui sosial media Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sejak hari ini, Minggu (15/3/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

katolik Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top