Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jaga Kepatuhan Lockdown Corona, Malaysia akan Kerahkan Militer

Malaysia akan mengerahkan pasukan militernya jika kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan lockdown terus menurun.nn 
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg/Samsul Said
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia akan mengerahkan pasukan militernya jika kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan lockdown terus menurun

“Jika kami tidak ada pilihan, dan tingkat kepatuhan masih 60-70 persen, saya yakin pengerahan militer menjadi opsi utama,” kata Menteri Senior Pertahanan Ismail Sabri Yaakob, dilansir Bloomberg, Kamis (19/3/2020).

Ismail menambahkan tingkat kepatuhan masyarakat hanya 60 persen, saat perintah lockdown mulai efektif pada Rabu (18/3/2020). Hal ini mendorong aparat keamanan meletakkan penghalan jalan untuk menghimbau para pengemudi supaya berdiam di rumah. Bahkan, dia mengancam polisi akan bertindak tegas jika masyarakat tidak mematuhi peraturan.

Saat ini, dia mengemukakan polisi tengah melacak keberadaan 4.000 partisipan yang mengikuti acara keagamaan dan kabur dari 27 Februari-1 Maret 2020. Lebih dari 900 kasus positif virus corona di Malaysia berkaitan dengan acara yang dihadiri sekitar 16.000 orang itu.

Sejauh ini, pemerintah mengklaim jumlah kasus baru mulai menurun. Per Kamis (19/3/2020), ada 110 kasus baru yang dilaporkan. Angka tersebut tercatat sebagai kenaikan terkecil harian sejak 14 Maret lalu.

“Ini adalah berita bagus untuk tindakan pembatasan yang telah Malaysia lakukan. Kami tidak ingin jumlah kasus naik secara drastic,” jelas Menteri Kesehatan Adham Baba.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sutarno
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper