Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China menyebut Obat Flu Asal Jepang Efektif Melawan Virus Corona

Obat itu bernama favipiravir. Dijual dengan merek Avigan. Dibuat oleh Fujifilm Toyoma Chemical. Otoritas China telah melakukan uji klinis di rumah sakit di Wuhan dan Shenzhen, dengan 200 pasien berpartisipasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  09:57 WIB
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah China pada Selasa (17/3/2020) kemarin, menyatakan obat flu yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang, Fujifilm Holdings, efektif melawan virus Corona (Covid-19).

Pemerintah Cina berencana secara resmi merekomendasikan penggunaan obat itu untuk pengobatan. Fujifilm Toyoma Chemical mengembangkan favipiravir, dijual dengan merek Avigan.

"Ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan jelas efektif dalam pengobatan," kata Zhang Xinmin, direktur Pusat Nasional Cina untuk Pengembangan Bioteknologi, dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip Nikkei, Rabu (18/3/2020).

Fujifilm Toyoma Chemical mengembangkan obat itu pada tahun 2014, dan telah diberikan kepada pasien di Jepang sebagai pengobatan untuk virus corona baru sejak Februari kemarin.

Zhejiang Hisun Pharmaceutical menandatangani perjanjian lisensi paten untuk favipiravir dengan Fujifilm pada tahun 2016. Pembuat obat menerima izin untuk memproduksi obat dari otoritas Cina pada bulan Februari dan dapat meningkatkan produksi versi generik.

Uji klinis dilakukan di rumah sakit di Wuhan dan Shenzhen, dengan 200 pasien berpartisipasi. Hasil tes untuk mereka yang menerima obat berubah negatif dalam periode yang lebih pendek. Selain itu, gejala pneumonia mereka membaik pada tingkat yang lebih tinggi.

Sebelumnya sejumlah negara juga tengah mengembangkan vaksi Corona. Seperti yang dilakukan Kaiser Permanente Washington Health Research Institute, sebuah layanan kesehatan nirlaba terbesar di Amerika Serikat. Empat orang relawan telah dites menggunakan vaksin buatan Kaiser.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top