Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duterte Putuskan Karantina Penuh Diperluas

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan untuk memperluas karantina penuh dari hanya Manila menjadi seluruh Pulau Luzon untuk menekan penyebaran virus corona.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  16:33 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. - Reuters/Andrew Harnik
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. - Reuters/Andrew Harnik

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan untuk memperluas karantina penuh dari hanya Manila menjadi seluruh Pulau Luzon untuk menekan penyebaran virus corona.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (16/3/2020), Juru Bicara Presiden, Salvador Panelo, mengatakan pemerintah bakal memberlakukan karantina penuh di pulau yang memiliki populasi lebih dari 57 juta ini.

Namun, urusan teknis mengenai keputusan ini diakuinya akan dijelaskan lebih lanjut dalam pertemuan selanjutnya. Sebelumnya, Duterte memberlakukan karantina penuh di Kota Manila dengan menutup akses masuk dan keluar kota itu guna menekan penyebaran wabah virus corona.

Hingga saat ini, Filipina mencatat memiliki kasus infeksi virus corona sebanyak 140 dengan jumlah kematian sebanyak 12 orang.

Rencananya lockdown akan diberlakukan selama 30 hari yakni 15 Maret hingga 14 April 2020 mendatang, setelah level kewaspadaan virus corona naik menjadi code red sub level 2.

"Jangan panik, jangan membunuh dirimu dengan kepanikan. Pemerintah akan melakukan sebaik mungkin untuk mengendalikannya," demikian pernyataan Duterte. Sebelumnya, WHO menyatakan bahwa virus corona sudah menjadi pandemi, hal ini juga yang memicu Duterte mengunci wilayah Manila tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina who

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top