Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Universitas Airlanga Siapkan Alat Tes Corona, Hanya 5 Jam Hasilnya Keluar

Dengan ditunjuknya ITD Unair sebagai lembaga pengujian COVID-19, maka diharapkan bisa mempersingkat hasil pengujian sampel.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Maret 2020  |  17:17 WIB
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA – Institute Of Tropical Disease Universitas Airlangga (ITD Unair) menyiapkan 2.000 alat uji atau test kit COVID-19 setelah kampus itu ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai salah satu lembaga penguji sampel virus corona.

Ketua ITD Unair, Inge Lucida mengungkapkan hal itu di Surabaya pada Sabtu (14/3/2020). Inge mengatakan alat tes itu masih bisa digandakan menyesuaikan jumlah kebutuhan sampel yang diuji.

"Kami akan memperbanyak reagen supaya lebih banyak lagi yang bisa kami uji," ujarnya.

Dengan ditunjuknya ITD Unair sebagai lembaga pengujian COVID-19, maka diharapkan bisa mempersingkat hasil pengujian sampel. Seruan agar pemerintah melibatkan laboratorium lain juga sudah datang dari berbagai kalangan.

"Jadi lokasi kami di Surabaya akan lebih cepat menguji sampel di sekitar sini. Dua sampai tiga hari bisa keluar hasilnya, bahkan bisa hanya dengan lima jam,” imbuhnya.

Inge menambahkan akan mengatur prosedurnya lebih jauh dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes yang selama ini sendirian melakukan uji itu. Rencana disiapkan sambil Inge dan tim menerima surat resmi atas penunjukan ITD Unair sebagai lembaga tes COVID-19 tersebut.

"Secara informal sudah mendapat berita untuk menerima sampel dan melakukan pengujian untuk COVID-19. Secara resmi yang belum," katanya menuturkan.

Dia mengungkapkan, sebelumnya ITD Unair juga telah menguji 50 sampel yang diduga COVID-19. Namun, karena Kemenkes belum memberikan izin maka pengujian akhirnya tidak lagi dilakukan.

"Semua masih berbenah, dan waktu itu Kemenkes masih ingin mendata secara terpusat di Balitbangkes," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan laboratorium Virus Corona

Sumber : tempo.co

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top