Bisnis.com, JAKARTA - Vietnam menangguhkan visa turis bagi para pelancong yang pernah berkunjung ke Inggris, Irlandia Utara, dan negara-negara Schengen 14 hari sebelum kedatangan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Lewat sebuah pernyataan di situs web Kementerian Luar Negeri Vietnam, kebijakan ini akan berlaku mulai 15 Maret 2020 dan berlangsung selama 30 hari. Larangan ini juga termasuk bagi penduduk asli kawasan yang disebut.
Dilansir melalui Bloomberg, pemerintah setempat turut menangguhkan penerbitan visa on arrival untuk wisatawan seluruh dunia.
"Pelancong diplomatik dan bisnis dikecualikan dari larangan perjalanan tetapi mereka tetap harus melakukan pemeriksaan kesehatan dan kemungkinan karantina, kata pernyataan itu, seperti dikutip pada Sabtu (14/3)
Keputusan tersebut menyusul penangguhan penerbitan visa oleh pemerintah Vietnam untuk sembilan negara Eropa.
Wilayah Schengen terdiri dari 26 negara Eropa yang memungkinkan perjalanan tanpa dokumen di sebagian besar blok ekonomi tersebut.
Baca Juga
Vietnam Airlines mengumumkan di situsnya pada Sabtu (14/3), bahwa mereka tidak akan membawa penumpang dalam penerbangan kembali ke Vietnam dari London, Paris dan Frankfurt mulai Minggu (15/3).
Penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari kota-kota pada hari ini akan mendarat di bandara Van Don dan Can Tho, di mana para penumpang akan dikarantina.