Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Putuskan Jemaah Akan Diantar Tiga Maskapai ke Saudi

Peningkatan pelayanan penerbangan ini akan diikuti oleh peningkatan konsumsi bagi jamaah di Tanah Suci.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  16:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 310.000 jemaah haji asal Indonesia rencananya akan diberangkatkan dengan satu maskapai nasional dan dua internasional ke Makkah tahun ini.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia hanya menunjuk dua maskapai resmi untuk mengangkut jemaah haji. Tahun lalu, pemenang tender maskapai haji adalah Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. 

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan penambahan maskapai ini merupakan upaya Kementerian Agama untuk melakukan peningkatan pelayanan kepada jemaah haji pada 1441 hijriah atau 2020. Selain jumlah konsumsi makanan, jemaah juga akan diantar dengan tiga maskapai.

"Banyak [peningkatan pelayanan] misalnya tahun ini kita pakai tiga macam penerbangan. Kemudian tahun ini kalau dulu makan di Mekkah 40 kali sekarang 50 kali," katanya di Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Anggito Abimanyu menjelaskan ketiga maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia, Saudi Airlines dan pesawat berbiaya murah Saudi Airlines, yaitu Flynas.

Di sisi lain, BPKH maupun Kemenag terus melakukan persiapan pelaksanaan haji tahun ini. Meski Saudi menangguhkan izin umrah ke negara itu, namun pemerintah tetap melakukan persiapan menjelang pelaksanaan haji tengah tahun nanti.

"Jadi persiapan mengenai penerbangan, hari ini kami juga kebetulan akan ikut dalam pembicaraan dengan kontrak penerbangan, kemudian persiapan untuk hotel, tim perumahan tetap mencari hotel, katering juga demikian, persiapan persiapan untuk pembagian kloter dan sebagainya," terangnya.

Sementara itu, Kementerian Agama menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengelola Keuangan Haji di Kantor Kemenag RI, Jakarta, Rabu (4/2/2020). Kerja sama tersebut untuk mempermudah koordinasi antarkedua lembaga terkait pelaksanaan haji. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu. Penandanganan itu dilakukan sebagai bentuk kesepakatan koordinasi terhadap tugas dan fungsi kedua lembaga.

Adapun tahapan pelaksaan ibadah haji rencananya akan berlangsung mulai 25 Juni hingga 5 September 2020. Tahun ini pemerintah rencananya akan memberangkatkan sekitar 231.000 jemaah guna melaksanakan ibadah ke Mekkah - Madinah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji bpkh
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top