Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh! 10.000 Pekerja Afrika Selatan Terancam Kehilangan Pekerjaan

Sejumlah perusahaan di Afrika Selatan berencana memangkas lebih dari 10.000 pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan pada tahun ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  21:51 WIB
Waduh! 10.000 Pekerja Afrika Selatan Terancam Kehilangan Pekerjaan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah perusahaan di Afrika Selatan berencana memangkas lebih dari 10.000 pekerja dalam waktu kurang dari tiga bulan pada tahun ini.

Ellies Holdings Ltd. merupakan perusahaan terbaru yang mulai melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja akibat krisis finansial berkepanjangan. Pemangkasan tenaga kerja juga diperkirakan terjadi pada sejumlah perusahaan antara lain Telkom SA SOC Ltd. dan Walmart Inc. yang pendapatannya merosot.

Dilansir dari Bloomberg, sekitar 10 perusahaan termasuk Telkom SA SOC Ltd. dan Walmart Inc. bakal mengumumkan pemangkasan tenaga kerja dengan angka lebih dari 10.000 orang.

Jika pemangkasan tenaga kerja ini terjadi, maka angka pengangguran di Afrika Selatan bakal melonjak ke level tertinggi sejak 11 tahun terakhir dan menempatkan beban pada ekonomi negara yang tengah goyah ini.

Data produk domestic bruto (PDB) tahunan yang dirilis pada Selasa (3/3/2020) akan menunjukkan jatuhnya ekonomi Afrika Selatan ke resesi untuk kedua kalinya, setelah perusahaan listrik negara Eskom Holdings SOC menerapkan pemadaman listrik massif pada Desember.

Berdasarkan analisis ekonom yang dihimpun Bloomberg, Selasa (3/3/2020), ekonomi negara ini akan terkontraksi 0,2 persen pada kuartal akhir tahun lalu. Buruknya kinerja ekonomi pada kuartal akhir 2019 diperkirakan menyeret pertumbuhan ekonomi pada 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global afrika selatan

Sumber : Bloomberg

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top