Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3.000-an Calon Jemaah Umrah RI Batal Terbang ke Saudi Hari Ini

Keputusan Saudi menangguhkan izin perjalanan umrah membuat 3.000-an calon jemaah umrah asal Indonesia batal terbang ke Arab Saudi hari ini, Kamis (27/2/2020).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  19:27 WIB
Umat Islam melakukan Tawaf keliling Ka'bah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umrah di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). - ANTARA/Aji Styawan
Umat Islam melakukan Tawaf keliling Ka'bah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umrah di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 3.000 hingga 3.500 calon jemaah umrah asal Indonesia diperkirakan batal terbang ke Arab Saudi hari ini, Kamis (27/2/2020). Kondisi ini terjadi setelah pemerintah Saudi menangguhkan izin perjalanan umrah sebagai antisipasi penyebaran virus Corona.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) Firman M Nuh mengatakan sejumlah maskapai penerbangan telah dijadwalkan melakukan perjalanan ke Arab Saudi hari ini. Beberapa di antaranya seperti Garuda Indonesia, Etihad Airlines, dan Saudia Airlines.

“Kalau kita anggap 10 penerbangan dari Cengkareng [Bandara Soekarno - Hatta], Garuda Indonesia ada 4 penerbangan, Saudia 2 penerbangan, Turkish, Etihad, bisa sampai 3000 - 3500 yang tertunda keberangkatannya,” kata Firman kepada Bisnis, Kamis (27/2/2020).

Firman mengatakan kebijakan itu memberi dampak negatif bagi banyak pihak termasuk travel dan maskapai. Sehingga para stakeholder diminta memahami situasi tersebut, dengan menambah biaya pemesanan. Termasuk seperti menghanguskan tiket. Pasalnya keputusan itu akan berdampak ke penambahan biaya jemaah.

Di sisi lain, pemerintah diminta melakukan upaya terbaik agar kondisi ini tidak merugikan seluruh penyelenggara termasuk calon jemaah umrah.

Firman menjelaskan travel umrah biasanya telah membayar di muka seluruh biaya perjalanan sekitar 90 hari sebelum keberangkatan. Travel umrah juga diminta melakukan penjadwalan ulang perjalanan jemaah menjadi satu atau dua bulan ke depan.

“Karena kalau ada pihak yang timbul [tidak memberi kelonggaran penjadwalan ulang] kan tentu akan berakibat pada jamaah sendiri,” terang Firman.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan hingga kini kementerian  masih melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi di Riyadh.

“Dubes RI di Arab Saudi sudah diminta untuk mendapatkan informasi yang lebih lagi atas pengumuman tersebut,” kata Faizasyah kepada Bisnis, Kamis (27/2/2020).

Hingga kini, pemerintah belum dapat memastikan nasib para calon jemaah umrah yang akan berangkat dari Indonesia ke Arab Saudi.

“Ini yang sedang dipastikan. Sulit bicara target [kapan dipastikan]. Setidaknya sampai kemarin malam masih ada jemaah umrah asal Indonesia masuk ke Saudi,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi umrah Virus Corona
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top