Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Badai Ferdinand, Waspadai Cuaca Ekstrem hingga Maret

Keberadaan badai tropis "Ferdinand" yang mulai terdeteksi pada tanggal 24 Februari 2020 di Samudera Hindia selatan NTB, serta sirkulasi angin di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Banten, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  14:17 WIB
Monitoring cuaca di wilayah Indonesia, - Dok.BMKG
Monitoring cuaca di wilayah Indonesia, - Dok.BMKG

Bisnis.com, JAKARTA - Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono R. Prabowo mengatakan bahwa potensi cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga Maret.

Dikutip dari www.bmkg.go.id, Selasa (25/2/2020), berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) masih cukup aktif berpengaruh pada pembentukan potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.

Keberadaan badai tropis "Ferdinand" yang mulai terdeteksi pada tanggal 24 Februari 2020 di Samudera Hindia selatan NTB, serta sirkulasi angin di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Banten, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Belokan angin juga terpantau terbentuk di sekitar wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Sementara itu, kata Mulyono,  labilitas udara cukup kuat di beberapa wilayah, kondisi ini berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal terutama di Pesisir Barat Sumatera, Aceh, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat yang terjadi secara kontiniu disertai kilat/petir berpotensi terjadi di wilayah-wilayah berikut:

Periode 25 - 28 Februari 2020:

•     Bangka Belitung

•     Bengkulu

•     Lampung

•     Banten

•     DKI Jakarta

•     Jawa Barat

•     Jawa Tengah

•     DI Yogyakarta

•     Jawa Timur

•     Kalimantan Barat

•     Kalimantan Tengah

•     Kalimantan Utara

•     Kalimantan Timur

•     Kalimantan Selatan

•     Bali

•     Nusa Tenggara Barat

•     Sulawesi Barat

•     Sulawesi Tenggara

•     Sulawesi Selatan

•     Sulawesi Utara

•     Gorontalo

•     Maluku

•     Papua Barat

•     Papua

Periode 29 Februari – 2 Maret 2020:

•     Aceh

•     Sumatera Utara

•     Sumatera Barat

•     Jambi

•     Sumatera Selatan

•     Bengkulu

•     Bangka Belitung

•     Lampung

•     Banten

•     DKI Jakarta

•     Jawa Barat

•     Jawa Tengah

•     Jawa Timur

•     Nusa Tenggara Barat

•     Nusa Tenggara Timur

•     Kalimantan Barat

•     Kalimantan Tengah

•     Kalimantan Timur

•     Kalimantan Selatan

•     Sulawesi Utara

•     Sulawesi Gorontalo

•     Sulawesi Tengah

•     Sulawesi Selatan

•     Sulawesi Tenggara

•     Maluku Utara

•     Maluku

•     Papua Barat

•     Papua

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” jelas Mulyono

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG cuaca ekstrem
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top