Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Mahathir Mundur, Tak Ada Kepastian Anwar Ibrahim Pimpin Malaysia

Surat pengunduran diri disampaikan kepada Raja Malaysia siang ini, menurut sebuah pernyataan dari Kantor Perdana Menteri seperti dikutip ChannelNwsAsia.com, Senin (24/2/2020). Akan tetapi, tidak ada rincian dari keterangan tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  15:05 WIB
PM Mahathir Mundur, Tak Ada Kepastian Anwar Ibrahim Pimpin Malaysia
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, seusai menyampaikan keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mahathir Mohamad mengajukan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Malaysia hari ini, Senin (24/2/2020).

Surat pengunduran diri disampaikan kepada Raja Malaysia siang ini, menurut sebuah pernyataan dari Kantor Perdana Menteri seperti dikutip ChannelNwsAsia.com, Senin (24/2/2020). Akan tetapi, tidak ada rincian dari keterangan tersebut.

Pengunduran diri Mahathir yang mengejutkan terjadi setelah spekulasi yang semakin kuat bahwa koalisi baru akan dibentuk yang terdiri dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan sejumlah parpol lainnya.

Mahathir adalah perdana menteri keempat Malaysia dari 1981 hingga 2003 ketika dia memimpin UMNO.

Dia keluar dari UMNO pada 2016 dan membentuk partai politik Bersatu pada tahun yang sama dan mengambil peran sebagai ketuanya. Dia kemudian memimpin Pakatan Harapan (PH) dan secara mengejutkan memenangkan pemilihan umum pada Mei 2018.

Mahathir berhasil menyingkirkan pemerintahan Barisan Nasional yang berkuasa selama 60 tahun atau sejak kemerdekaan negara itu.

Anwar Merasa Dikhianati

 Anwar Ibrahim, yang merupakan presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang berdasarkan perjanjian PH akan menggantikan Mahathir, mengakui bahwa dia telah dikhianati oleh mitra koalisi.

Pada pagi tadi Anwar dan Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail bertemu dengan Mahathir di kediamannya bersama dengan Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokrat (DAP) Lim Guan Eng dan Presiden Parti Amanah Negara Mohamad Sabu.

Anwar kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak akan tunduk pada kelompok yang ingin mengkhianati kepercayaan rakyat.

Dengan demikian tidak ada kepastian siapa yang akan menggantikan Mahathir setelah menyatakan mengndurkan diri seperti dikutip AsiaOne.com.

Disebutkan bahwa pembentukan koliais pemerintahan baru kemungkinan akan membuat Anwar terpental meski sebelumnya telah disiapkan sebagai pengganti Mahathir.

Belum diperoleh keterangan apakah Mahathir mampu membentuk pemerintahan atas dukungan sejumlah parpol lain. Akan tetapi partainya, Bersatu, juga telah keluar dari koalisi partai berkuasa, menurut ketua umum partai Muhyiddin Yassin yang kini menjabata sebagai Menteri Dalam Negeri.

Anwar menuding partai Mahathir berkhianat dan berupaya menggalang koalisi dan bersekongkol membentuk pemerintahan baru bersama United Malays National Organisation (UMNO), partai berkuasa yang tersingkir pada Pemilu 2018 di tengah merebaknya tuduhan korupsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia mahathir mohamad
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top