Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba Anjlok, HSBC Bakal Pangkas 35.000 Karyawan

HSBC akan mengurangi jumlah karyawannya dari 235.000 menjadi sekitar 200.000 selama tiga tahun ke depan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  17:55 WIB
 Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay
Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay

Bisnis.com, JAKARTA – HSBC menyatakan akan memangkas sekitar 35.000 pekerja setelah melaporkan anjloknya perolehan laba untuk 2019.

Menurut CEO interim Noel Quinn, HSBC akan mengurangi jumlah karyawannya dari 235.000 menjadi sekitar 200.000 selama tiga tahun ke depan.

Jumlah pemangkasan pekerjaan itu lebih besar dari yang diperkirakan dan mewakili sekitar 15 persen dari tenaga kerja. Para analis sebelumnya memperkirakan jumlah pekerja akan dipangkas sekitar 10.000 karyawan.

Salah satu bank terbesar di dunia ini mengatakan menargetkan pemotongan biaya sebesar US$4,5 miliar (£3,5 miliar) pada tahun 2022 sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran.

HSBC, yang menghasilkan sebagian besar pendapatannya di Asia, melaporkan laba tahunan sebelum pajak sebesar US$13,35 miliar (£10,3 miliar) atau merosot 33 persen untuk tahun 2019. Penurunan laba ini terutama dikarenakan investasi dan operasi perbankan komersial di Eropa.

HSBC saat ini beroperasi di lebih dari 50 negara di seluruh Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah dan Asia. Adapun di Inggris, basis perusahaan, HSBC mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan.

“Penurunan laba tersebut dikarenakan write off senilai US$7,3 miliar terkait dengan pasar dan perbankan globalnya serta unit-unit bisnis perbankan komersial di Eropa,” terang HSBC, seperti dilansir BBC, Selasa (18/2/2020).

Perombakan strategi terjadi karena pertumbuhan ekonomi melambat di pasar-pasar utama HSBC. Asia kini menyumbang sekitar separuh dari pendapatan HSBC dan 90 persen dari keuntungan.

Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi dampak dari wabah virus corona (Covid-19), proses perpisahan Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang berlarut-larut, dan suku bunga yang rendah di seluruh dunia.

Meski demikian, HSBC mengatakan efek penuh dari dampak virus corona belum sepenuhnya diperhitungkan dalam laporan laba itu. Hal ini meningkatkan kemungkinan bertambahnya dampak yang ditimbulkan wabah terhadap bank tersebut.

HSBC juga akan mengurangi aset-aset yang dimilikinya senilai lebih dari US$100 miliar pada akhir 2022 sebagai bagian dari reformasi besar-besaran.

Langkah terbaru ini akan menjadi perombakan ketiga oleh HSBC dalam satu dekade demi upaya untuk meningkatkan labanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk hsbc
Editor : M. Taufikul Basari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top