Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Taiwan Catat Kematian Pertama Pasien Virus Corona

Menteri kesehatan Taiwan Chen Shih-chung mengatakan kemarin bahwa korban tewas adalah seorang pria berusia 61 tahun yang juga menderita diabetes dan hepatitis B.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  06:36 WIB
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO/Moch Asim -
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO/Moch Asim -

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pengemudi taksi asal Taiwan meninggal dunia akibat virus corona sekaligus sebagai kasus kematian pertama di Taiwan dan yang yang kelima di luar China. 

Menteri kesehatan Taiwan  Chen Shih-chung mengatakan kemarin bahwa korban tewas adalah seorang pria berusia 61 tahun yang juga menderita diabetes dan hepatitis B. Hingga saat ini Taiwan melaporkan 20 kasus virus corona yang dikonfirmasi.

Pria itu merupakan sopir taksi yang tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, namun penumpang taksinya berasal terutama dari Hong Kong, Makau dan daratan China. Salah satu anggota keluarganya juga dipastikan terkena virus corona mematikan itu.

Kedua kasus itu merupakan kasus penularan lokal pertama Taiwan, ujar Chen. Pihak berwenang terus berusaha mencari sumbernya.

"Sejauh ini, kami tidak dapat mengumpulkan riwayat kontaknya, jadi kami secara aktif melakukan penyelidikan, berharap untuk mengetahui sumber kontraksi," kata Chen.

Kematian itu terjadi ketika Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan jumlah korban tewas di dalam negeri telah meningkat menjadi 1.665, 142 orang seperti dikutip Theguardian.com, Senin (17/2/2020).

Sekitar 68.500 orang di daratan China dipastikan telah terinfeksi virus corona dan 2.000 kasus baru dikonfirmasi.

Menghadapi kritik atas penanganan wabah virus corona oleh China, Presiden Xi Jinping mengatakan dalam sebuah pidato yang dilaporkan oleh media pemerintah pada Sabtu  (15/2/2020) malam bahwa dia telah memberikan instruksi untuk memerangi penyakit tersebut paling cepat pada 7 Januari lalu.

Pengakuan itu justru memicu pertanyaan mengapa potensi bahaya virus tidak disampaikan sepenuhnya kepada publik lebih awal.

Sementara itu, sebanyak 70 orang penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Jepang pada hari Minggu dinyatakan positif Covid-19, sehingga totalnya menjadi 355. Akibatnya, sejumlah negara memilih untuk memulangkan warganya yang ada di kapal mewah tersebut.

Kekhawatiran juga muncul atas kemungkinan infeksi di antara orang-orang yang turun dari kapal pesiar MS Westerdam di Kamboja pada hari Jumat. Setelah dikonfirmasi satu penumpang, yang kemudian terbang ke Malaysia, dinyatakan positif terkena virus Corona.

Selain Taiwan, empat kematian lainnya terjadi di luar China daratan, yakni Jepang, Hong Kong, Filipina, dan Prancis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top