Waduh! Lebih dari 1.700 Dokter di China Terinfeksi Virus Corona

Wabah virus Corona yang menyebar di China kian menghawatirkan. Tidak hanya warga yang diserang virus tersebut, tetapi juga tenaga medis.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  16:32 WIB
Waduh! Lebih dari 1.700 Dokter di China Terinfeksi Virus Corona
Warga tiba dari Provinsi Hubei saat melintasi pos pemeriksaan di Jembatan Sungai Jiujiang Yangtze di Jiujiang, Provinsi Jiangxi, China, Jumat (31/1/2020). Reuters - Thomas Peter

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga hari ini, hampir 65.000 orang telah didiagnosis menderita Covid-19, jenis terbaru virus Corona yang tersebar di seluruh dunia. China kian mendominasi penderita virus Corona.

Bahkan, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan 1.716 dokter turut terinfeksi virus Corona. Hal itu menggarisbawahi kenaikan jumlah signifikan dari para tenaga medis profesional di garda terdepan pengedalian wabah.

Laporan yang dirilis oleh Financial Times menyebutkan bahwa sebagian besar kasus terjadi di provinsi Hubei, sumber ditemukan virus Corona.

Zeng Yixin, wakil kepala NHC, menjelaskan mengapa Hubei mengubah metodologi pelaporannya awal pekan ini dengan tidak hanya meneliti kasus yang dikonfirmasi laboratorium, tetapi juga mereka yang secara klinis didiagnosis berdasarkan faktor-faktor tertentu.

"Tujuan kami adalah untuk membiarkan dokter melakukan perawatan dan diagnosis lebih awal pada kasus-kasus ini. Provinsi lain tidak memiliki pendekatan ini [untuk melaporkan kasus yang didiagnosis secara klinis]," katanya, seperti dikutip melalui Financial Times, Jumat (14/2/2020).

Pemerintah China sebelumnya mengatakan bahwa orang yang diuji klinis positif terkena virus Corona, tetapi tidak memiliki gejala, tidak dihitung dalam data publik.

Zeng mengatakan apa yang disebut dengan 'pembawa (carrier) asimptomatik' harus dikarantina selama 14 hari dan kasus-kasus dilaporkan melalui jaringan pelaporan nasional, tetapi tidak perlu untuk mengumumkannya kepada publik.

"Menurut peraturan yang relevan tentang pengungkapan tentang epidemi, kami hanya membuat konfirmasi dan dugaan kasus virus Corona baru secara publik," katanya.

Perubahan standar pelaporan di Hubei menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah kasus yang dilaporkan dalam rilis data pada hari Kamis (13/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, virus corona

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top