WAPRES: Tingkatkan Kompetensi Khatib dengan Digitalisasi

Khatib diharapkan tak hanya mahir berbicara di mimbar ceramah. Mereka diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menghadapi revolusi digital 4.0.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  19:12 WIB
WAPRES: Tingkatkan Kompetensi Khatib dengan Digitalisasi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di Kantor Wapres RI, Jakarta, Kamis (13/2/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta para pendakwah muslim di Indonesia dapat memanfaatkan sarana digital guna meningkatkan kompetensinya. Hal ini disampaikan saat membuka Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (14/2).

“Saya apresiasi karena tema (halaqah) transformasi khatib dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Khatib yang mampu menyampaikan pesan bukan hanya di atas mimbar tapi juga melalui komunikasi digital, sehingga pesan bisa disampaikan lebih luas,” katanya.

Dengan digitalisasi, jumlah dan kompetensi khatib di Indonesia diharapkan dapat bertambah.

Halaqah yang diadakan pada Sabtu (15/2/2020) ini merupakan agenda Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (MPP IK-DMI) --Badan Otonom PP DMI-- yang merupakan asosiasi profesi yang berperan mengembangkan program terkait dengan penyiapan, penyediaan, dan peningkatan mutu khatib di seluruh Indonesia.

Sejak 2019, mantan Wakil Presiden 2014-2019 Jusuf Kalla bersama Ma’ruf Amin (saat itu sebagai Ketua Umum MUI) telah menggelar komitmen bersama untuk melahirkan Program 10.000 Khatib berstandar bersertifikat dimulai 2020.

Manan Gani, Ketua PP DMI Manan mengatakan target tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 300.000 khatib pada 2025.

“Tujuan Akademi Khatib Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas khatib yang memiliki wawasan Islam moderat [wasathiyat al-Islam], berwawasan kebangsaan yang kuat, dan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang rahmah dan toleran,” katanya.

Halaqah kali ini akan mendiskusikan syarat, kualifikasi dan kompetensi dasar khatib, seperti kefasihan membaca Al-Quran, pemenuhan syarat menjadi imam, pemahaman dasar keislaman, latar belakang pendidikan Islam yang ditandai dengan ijazah, dan lainnya.

Selain akademi khatib, pada momen tersebut juga akan dirancang bersama gerakan ekonomi umat dengan menggerakkan khatib dalam wadah koperasi bernama Koperasi Mimbar Makmur Madani.

“Sekaligus, kami menyiapkan platform aplikasi khatib Indonesia bernama Assalaam yang multifungsi dan multi manfaat bagi khatib, umat dan bangsa. Semoga semua berjalan baik sesuai rencana dan harapan semua.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, mui, sertifikasi khatib

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top