Sambil Menangis, Panglima Militer Thailand Mohon Maaf

Panglima militer Thailand meminta maaf kepada publik atas penembakan massal yang dilakukan anggotanya hingga menewaskan 29 orang dan melukai 57 orang pada akhir pekan lalu.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  18:05 WIB
Sambil Menangis, Panglima Militer Thailand Mohon Maaf
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Panglima militer Thailand meminta maaf kepada publik atas penembakan massal yang dilakukan anggotanya hingga menewaskan 29 orang dan melukai 57 orang pada akhir pekan lalu. 

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (11/2), Panglima militer Thailand Jenderal Apirat Kongsompong mengungkapkan penyesalannya sambil meneteskan air mata. Hal itu terjadi dalam konferensi pers yang berlangsung selama 90 menit. Jenderal Apirat mengungkapkan akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban. 

“Saya selaku panglima militer hendak meminta maaf dan saya sangat menyesal atas insiden ini yang disebabkan oleh staf militer kami. Pada menit dan pada detik dia menarik pelatuknya lalu membunuh, pada saat itu dia adalah kriminal dan bukan lagi prajurit,” ungkapnya. 

Pelaku, Sersan Mayor Jakrapanth Thomma, ditembak mati oleh pasukan keamanan pada hari Minggu setelah dia menyerbu pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota timur laut Nakhon Ratchasima sehari sebelumnya.

Pria berumur 32 tahun ini menembak komandannya dan ibu mertuanya akibat masalah tanah dalam persaingan bisnis, Sabtu. 

Dia pergi ke markas militernya lalu mencuri senjata dan amunisi dan mulai menembaki orang-orang di sekitar sepanjang jalan menuju kuil Budha sebelum masuk ke pusat perbelanjaan Terminal 21. Di mal tersebut, dia menembaki pengunjung dengan membabi buta dan menyandera polisi selama 12 jam.

Apirat mengatakan pihak militer akan memeriksa perwira yang terbunuh, Kolonel Anantharot Krasae, 48, dan menyelidiki kesepatan penjualan rumah yang diperantarai oleh Anong Mitchan, 63, mertua Anantharot.

Apirat mengatakan Kolonel Anantharot Krasae diduga mengambil keuntungan terkait kesepakatan tanah. Apirat akan menginvestigasi lebih lanjut masalah ini sebelum dirinya pensiun pada Oktober mendatang. 

"Saya kira orang Thailand tidak ingin insiden ini terjadi lagi, jadi tolong jangan salahkan tentara atau mencaci maki tentara," kata Apirat.

"Jika Anda ingin menyalahkan seseorang, Anda menyalahkan Jenderal Apirat Kongsompong. Saya menerima semua kritik dan pendapat. Anda bisa menyalahkan saya karena saya adalah kepala militer," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penembakan, thailand

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top