Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tentara Ngamuk, 26 Tewas dan 52 Luka Tembak di Thailand

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha secara resmi mengatakan bahwa tentara  Thailand yang mengamuk di sebuah mal menewaskan 26 orang dan melukai sedikitnya 52 orang. Pelaku akhirnya ditembak mati oleh petugas keamanan, kemarin.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  17:28 WIB
Foto pelaku penembakan brutal di Thailand - Antara
Foto pelaku penembakan brutal di Thailand - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi penembakan liar yang dilakukan tentara Thailand menimbulkan korban tewas dan luka-luka. 

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha secara resmi mengatakan bahwa tentara  Thailand yang mengamuk di sebuah mal menewaskan 26 orang dan melukai sedikitnya 52 orang. Pelaku akhirnya ditembak mati oleh petugas keamanan, kemarin.

Motif aksi brutal tentara Thailand  itu karena dendam atas kesepakatan tanah dan pelaku merasa telah ditipu, kata Prayuth seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Minggu (9/2/2020).

Laporan itu disampaikan Prayuth setelah dirinya melakukan perjalanan ke kota timur laut Nakhon Ratchasima untuk mengunjungi para korban yang selamat.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand dan saya ingin kasus ini menjadi yang terakhir kalinya  terjadi," kata Prayuth saat berbicara di luar rumah sakit.

Para korban dievakuasi dari pusat perbelanjaan tempat krisis berujung maut itu berlangsung selama 17 jam.

Tentara itu akhirnya ditembak mati oleh pasukan khusus setelah pengepungan semalam di pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota.

Dikutip dari berbagai sumber, korban tewas dari pelaku serangan bernama Jakrapanth Thomma itu meningkat dari semula 21 orang menjadi 26 orang. 

Polisi setempat menyatakan penembakan di kota Nakhon Ratchasima itu bermula dari insiden di sebuah barak militer. Di lokasi ini pelaku menembak mati tiga orang, seorang di antaranya adalah sesama tentara.

"Dia mencuri satu kendaraan militer dan menuju pusat kota," kata Letnan Kolonel (pol) Mongkol Kuptasiri.

Pelaku kemudian menggunakan senjata yang dia curi, termasuk sebuah senapan mesin, untuk memberondong warga di sebuah pusat perbelanjaan.

"Dia menggunakan senapan mesin dan menembak orang-orang tak berdosa. Banyak yang mati dan terluka," sambung Mongkol Kuptasiri.

Seorang saksi mata yang berada di mal sebelum serangan terjadi mengungkapkan bahwa pusat perbelanjaan saat itu penuh dengan pengunjung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top