KSP Jadi Pusat Informasi Wabah Virus Corona, 636 Orang Meninggal

Kantor Staf Presiden mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat wabah virus Corona hingga pukul 08:00 WIB, Jumat (7/2/2020), mencapai 636 orang. Sementara itu jumlah yang positif terinfeksi virus tersebut sebanyak 30.983 orang.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  18:19 WIB
KSP Jadi Pusat Informasi Wabah Virus Corona, 636 Orang Meninggal
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). ANTARA - Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Kantor Staf Presiden mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat wabah virus Corona hingga pukul 08:00 WIB, Jumat (7/2/2020), mencapai 636 orang. Sementara itu jumlah yang positif terinfeksi virus tersebut sebanyak 30.983 orang.

Meski demikian, berdasarkan data monitoring yang dirilis KSP, sebanyak 1.499 orang berhasil sembuh dari infeksi virus Corona, seperti dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (7/2/2020).

Berdasarkan lokasi, China melaporkan korban tewas paling banyak atau 634 orang.

Hanya dua orang yang tercatat tewas akibat wabah tersebut berada di luar China, yakni Hong Kong dan Filipina.

Seiring dengan hal tersebut, China juga menjadi negara dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 30.718 orang.

Jepang dan Singapura menyusul dengan jumlah pasien masing-masing, 45 orang dan 28 orang.

Hingga saat ini sebaran virus Corona telah sampai ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Belgia, Finlandia, Spanyo, Inggris, Jerman, Kanada, Prancis, Rusia, Swedia, hingga Nepal.

Hingga berita ini diturunkan, Indonesia masih negatif Corona. Kementerian Kesehatan sempat memeriksa 34 orang dan hasilnya negatif.

Terkait wabah virus Corona, Pemerintah Indonesia  telah melakukan sejumlah upaya preventif. Sejak Rabu (5/2/2020) penerbangan dari dan ke China ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Setiap orang yang berada di China dalam 14 hari terakhir juga dilarang masuk ke Indonesia.

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa kebijakan pemerintah akan berdampak bagi aktivitas perekonomian nasional mengingat China merupakan salah satu mitra dagang utama serta penyumbang devisa.

"Alhamdulillah kita tidak tergantung pada turis dari 1, 2, 3 negara. Turis kita berasal dari hampir seluruh negara," kata Jokowi.

Kendati demikian, Menteri Pariwisata Wishnutama mengatakan potensi kerugian dari sektor pariwisata akibat wabah virus Corona mencapai US$4 miliar. Separuhnya berasal dari turis China yang dilarang masuk ke Indonesia untuk sementara, dan sisanya dari dampak psikologis kepada turis dari negara lain akibat mewabahnya virus Corona.

KSP telah ditetapkan sebagai pusat komunikasi dan informasi terkait virus Corona. KSP bersama perwakilan dari sejumlah kementerian dan lembaga melakukan pengumpulan informasi terkait virus Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona, Kantor Staf Presiden

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top