WNI Positif Corona di Singapura tak mau Identitasnya Diungkap

Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan Maptuha menyebutkan WNI yang positif terinfeksi novel coronavirus di Singapura tak ingin diungkap identitasnya.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  16:46 WIB
WNI Positif Corona di Singapura tak mau Identitasnya Diungkap
WNI di Wuhan China bersiap-siap dievakuasi ke Indonesia menggunakan pesawat Batik Air, Sabtu (1/2/2020), karena wabah virus corona . - Dok. KBRI Beijing

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah hingga kini belum bisa mengakses identitas warga negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi virus Corona di Singapura.

Maptuha, Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan, mengatakan bahwa WNI tersebut memang tidak ingin identitasnya diungkapkan.

"Yang bersangkutan ternyata memang tidak mau namanya atau identitasnya untuk diinfokan, bahkan kepada keluarganya juga tidak boleh," ujar Maptuha dalam Temu Media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jumat (7/2/2020).

Di samping itu, pemerintah Singapura juga memiliki kebijakan Personal Data Protection Act, yakni kebijakan untuk melindungi privasi seseorang. Sehingga KBRI Singapura kesulitan mendapatkan data yang bersangkutan.

Namun, kata Maptuha, pihak Singapura telah menunjuk LO (liaison officer) yang bertindak sebagai penghubung pasien dengan KBRI untuk menginformasikan kondisinya.

Saat ini, data yang diketahui bahwa WNI tersebut merupakan seorang pekerja migran berusia 44 tahun. WNI tersebut tidak memiliki riwayat bepergian China, namun merupakan pekerja rumah tangga dari warga negara Singapura yang juga telah sebelumnya dinyatakan positif novel coronavirus. Majikannya tersebut diketahui bekerja di sebuah toko obat yang sering dikunjungi oleh turis asal China.

WNI tersebut saat ini ditangani tim medis di ruang isolasi Singapore General Hospital. Dia akan terus dipantau di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan Singapura hingga dinyatakan sehat.

Maptuha memastikan kondisi yang bersangkutan dalam kondisi stabil.

"Biaya pengobatan seluruhnya ditanggung pemerintah Singapura. KBRI terus pantau perkembagan yang bersangkutan dan akan upayakan mencari datanya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top