Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Darurat Virus Corona, Pemerintah Pertimbangkan Gelombang 2 Evakuasi WNI dari China

Gelombang selanjutnya masih dipertimbangkan, karena sekarang penerbangan dari dan ke RRC sedang ditutup.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  08:29 WIB
Mahfud MD menjawab pertanyaan wartawan saat akan meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Mahfud MD menjawab pertanyaan wartawan saat akan meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut pemerintah masih mempertimbangkan wacana evakuasi atau pemulangan WNI dari China untuk gelombang kedua karena wabah virus corona

"Gelombang selanjutnya masih dipertimbangkan, karena sekarang penerbangan dari dan ke RRC sedang ditutup," ujar Mahfud di Kantor Bupati Natuna, Kamis (6/2/2020) malam.

Kendati penerbangan komersial dari dan ke China ditutup, kata Mahfud, jika ada hal yang mendesak, bisa saja dilakukan penerbangan khusus yang dikoordinasikan dengan otoritas China.

"Kalau diperlukan ada evakuasi lagi, ada penerbangan di sana untuk keperluan tertentu, tentu saja bisa dibicarakan melalui nota diplomatik," kata Mahfud. 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, pemulangan kedua WNI asal China pasti akan ada. Untuk itu, pemerintah harus bersiap-siap.

"Ya, nanti pastilah nanti ada. Apakah dipulangkan karena itu atau tidak, kan bisa saja dipulangkan bukan karena virus itu. Kalau ada ancaman virus, tentu ya harus (dikarantina) sesuai standar internasional," ujar Terawan di lokasi yang sama.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md china virus corona

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top