Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Mulai Kewalahan Hadapi Virus Corona, Masker Tak Mencukupi

Komite Tetap Politbiro China menyerukan perbaikan pada kelemahan "sistem manajemen darurat nasional yang terungkap dalam menanggapi penyebaran wabah virus corona.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  06:38 WIB
Sebuah gerbang memblokir lorong di Stasiun Lo Wu, yang dioperasikan oleh MTR Corp, di dekat Lo Wu Border Crossing Point di Hong Kong, China, pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Hong Kong akan menutup lebih banyak pos pemeriksaan, termasuk dua pelabuhan darat utama di perbatasan dengan daratan, mulai tengah malam, Kepala Eksekutif Carrie Lam. - Bloomberg
Sebuah gerbang memblokir lorong di Stasiun Lo Wu, yang dioperasikan oleh MTR Corp, di dekat Lo Wu Border Crossing Point di Hong Kong, China, pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Hong Kong akan menutup lebih banyak pos pemeriksaan, termasuk dua pelabuhan darat utama di perbatasan dengan daratan, mulai tengah malam, Kepala Eksekutif Carrie Lam. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah China mengaku kewalahan dan kesulitan dalam menghadapi wabah virus corona setelah rumah sakit yang baru dibangun di pusat krisis mulai dipenuhi pasien, sedangkan jumlah masker pengaman tidak memadai.

Akibatnya, Komite Tetap Politbiro China menyerukan perbaikan pada kelemahan "sistem manajemen darurat nasional yang terungkap dalam menanggapi penyebaran wabah berbahaya tersebut, menurut kantor berita resmi Xinhua sepert dikutip Theguardian.com, Selasa (4/2/2020).

“Penting untuk memperkuat pengawasan pasar, melarang dengan tegas dan menindak keras pasar dan perdagangan satwa liar ilegal,” menurut pernyataan pemerintahan tertinggi China itu.

Pemerintah juga mengatakan "sangat" membutuhkan peralatan medis dan masker bedah, pakaian pelindung dan kacamata keselamatan saat berjuang untuk mengendalikan wabah tersebut.

Pihak berwenang di Provinsi Guangdong yang berpenduduk lebih dari 300 juta orang telah memerintahkan semua orang untuk mengenakan topeng di depan umum dalam upaya untuk mengendalikan virus.

Akan tetapi, tetapi pabrik-pabrik yang mampu memproduksi sekitar 20 juta topeng per hari hanya mampu melayani 60 persen-70 persen dari kapasitas, kata juru bicara departemen industri Tian Yulong. Dia menambahkan bahwa pasokan menipis akibat libur produksi tahun baru Imlek.

Tian mengatakan pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mendatangka masker dari Eropa, Jepang dan AS, sementara kementerian luar negeri mengatakan negara-negara termasuk Korea Selatan, Jepang, Kazakhstan dan Hongaria telah menyumbangkan pasokan medis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top