Ratas Dampak Virus Corona, Pemerintah Bahas 4 Hal Ini

Pemerintah menyelenggarakan rapat terbatas untuk membahas persiapan menghadapi dampak penyebaran virus Corona. Rapat berlangsung di Istana Bogor, Selasa (4/2/2020) sore.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  16:55 WIB

Bisnis.com, BOGOR – Pemerintah menyelenggarakan rapat terbatas untuk membahas persiapan menghadapi dampak penyebaran virus Corona. Rapat berlangsung di Istana Bogor, Selasa (4/2/2020) sore.

Presiden Joko Widodo menjelaskan ratas hari ini akan membahas persiapan dalam menghadapi dampak virus corona. Ada empat hal penting yang menjadi poin utama.

Pertama, Presiden meminta jajaran pemerintah mengambil langkah-langkah perlindungan dan pencegahan terhadap virus. Jokowi juga mengimbau masyakat untuk tidakpanik, karena pemerintah sudah mengambil langkah cepat sesuai protokol kesehatan.

“Untuk pencegahan, kita telah menghentikan sementara fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi warga Tiongkok. Sekali lagi keputusan itu harus diambil apa-apa untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia di Tanah Air dari penyebaran virus Corona,” papar Presiden.

Poin kedua, sambung Jokowi, Warga Negara Indonesia di RRT, tepatnya di wilayah Provinsi Hubei dan Kota Wuhan, sudah dievakuasi. Saat ini proses observasi masih dilakukan di Natuna.

Selanjutnya, poin ketiga, Presiden meminta kalkulasi cermat dampak dari penanganan virus Corona terhadap perekonomian Indonesia. Seperti diketahui, RRT merupakan negara tujuan ekspor utama dengan pangsa pasar 16,6 persen dari total ekspor Indonesia.

Kerja sama ekonomi kedua negara juga mencakup berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, dan pariwisata. Oleh karena itu, dampak virus Corona yang diprediksi memperlambat ekonomi RRT harus dihitung juga efeknya bagi ekonomi Indonesia.

“Selain tujuan ekspor yang sangat besar, RRT juga sekaligus negara asal impor terbesar Indonesia. Hal itu betul-betul harus diantisipasi dampak dari virus Corona, dan perlambatan ekonomi di RRT terhadap produk ekspor kita,” imbuh Presiden.

Menurut Presiden ada banyak peluang untuk memanfaatkan ceruk ekspor di negara-negara lain, yang sebelumnya mengimpor produk yang sama dari RRT. Hal ini dapat menjadi momentum bagi industri subtitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi.

“[Industri] bisa meningkatkan produksi [untuk subtitusi] berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari Tiongkok,” kata Presiden.

Kemudian, poin keempat atau terakhir, Jokowi menyampaikan dampak virus Corona terhadap sektor pariwisata domestik. Presiden meminta para pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah-langkah kontingensi terutama untuk wilayah Bali dan Sulawesi Utara. Dua daerah tersebut selama ini banyak dikunjungi wisatawan dari RRT.

Selain itu, dalam jangka pendek dapat dimanfaatkan peluang untuk menyasar ceruk pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke RRT.

“Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan,” ujar Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, istana, virus corona

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top