Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Perketat Aturan Pembebasan Narapidana Terorisme

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan memperketat peraturan untuk membebaskan para narapida terorisme.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  16:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan memperketat peraturan untuk membebaskan para narapida terorisme.

Keputusan tersebut diambil merespons penusukan terhadap dua orang oleh narapidan terorisme yang dibebaskan setelah menjalani setengah masa hukumannya di penjara, Minggu (3/2/2020).

Sudesh Amman, narapidana terorisme yang dipenjara karena memiliki dokumen teroris dan menyebarkan publikasi teroris, ditembak mati oleh polisi setelah mengamuk dengan membawa pisau curian sepanjang 25 cm di jalanan sibuk London.

Amman sebelumnya merupakan loyalis militan Negara Islam, membagikan majalah Al-Qaeda secara online dan menyuruh pacarnya untuk memenggal kepala orang tuanya.

Johnson mengemukakan pemerintah akan segera mengumumkan perubahan fundamental terhadap para narapidana terorisme. Dia pun memastikan pemerintah akan bertindak cepat untuk memperketat syarat pembebasan bagi narapidana terorisme, termasuk menambah lama masa hukuman dan hadiah berupa uang bagi polisi.

“Langkah-langkah itu akan dibuat sesuai dengan tindakan yang sudah kami lakukan. Kami akan memastikan mereka akan berada di penjara dalam waktu yang lama,” kata Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel, Senin (3/2/2020).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top