Empat Hasil Riset Unggulan Tingkatkan Hilirisasi Produk

Pengembangan riset yang inovasi bakal terus dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek / BRIN) untuk meningkatkan kualitas ekonomi Indonesia.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  20:12 WIB
Empat Hasil Riset Unggulan Tingkatkan Hilirisasi Produk
Praktisi yang ahli dari dunia industri diminta untuk mengajar di perguruan tinggi. Foto DEXA

Bisnis.com, JAKARTA --Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek / BRIN) tengah mengembangkan berbagai riset dan inovasi unggulan guna meningkatkan taraf hidup serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Menteri Ristek dan Kepala Badan Ristek dan Inovasi (BRIN)  Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyampaikan ada beberapa hasil riset unggulan yang saat ini sedang menampilkan enam produk oleh Kemenristek yakni berkaitan dengan Drone, Katalis, Kapal Pelat Datar, Makanan, serta Kesehatan.

“Drone kini menjadi teknologi yang dibutuhkan negara, salah satunya adalah untuk menjaga kedaulatan. Puna Male Drone yang merupakan hasil riset putra putri bangsa. Drone yang dibuat ini nantinya untuk keperluan militer, jadinya nanti kita tidak bergantung dengan pesawat tempur dan pesawat angkut saja akan tetapi dengan drone ini," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (30/1/2020).

Selain Drone, Kemenristek juga menampilkan inovasi unggulan lain seperti  Katalis Merah Putih yang akan menjadi sumber dari greenfuel.

"Kami bercita cita sebagian dari ketergantungan akan BBM Fosil apalagi yang impor bisa dikurangi kalau kita bisa menghilirkan minyak inti sawit menjadi bensin, avtur maupun solar yang kita katagorikan sebagai greenfuel tadi dan itu menjadi harapan kita untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap impor," ujarnya.

Dalam Rakernas yang dihadiri Presiden Joko Widodo ini juga menampilkan berbagai inovasi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat antara lain Kapal Pelat Datar bagi nelayan, Gudeg Kalengan, Garam Terintegrasi dan Stem Cells.

Sementara itu, inovasi dibidang kuliner juga menjadi unggulan bagi Menristek yaitu produk makanan dalam kaleng yang tidak menggunakan bahan pengawet akan tetapi melalui pendekatan penelitian.

"Dari LIPI bahkan sudah membuat inovasi untuk membuat makanan gudeg menjadi kalengan, karena produk kalengan siap saji ini sangat bermanfaat apalagi saat terjadi bencana bencana alam untuk menjaga gizi para korban bencana," paparnya.

Bidang industri garam, Kemenristek juga tengah berusaha membantu para petani garam dan mengurangi angka impor garam nasional dengan memberikan inovasi kepada PT Garam agar dapat menggunakan garam dari petani lokal. Apalagi, dia melihat tingginya angka impor garam dan pemberitaan terhadap pendemo dari petani garam di beberapa daerah, lantaran harga garam rendah.

“Kandungan natrium klorida rendah sehingga jika dijual ke industri maka perusahaan harus mengupgrade lagi karena banyak perusahaan yang ingin langsung sesuai standar akhirnya mereka impor," katanya.

Untuk itu BPPT telah mengembangkan Mesin garam terintegrasi yang dapat meningkatkan kandungan natrium klorida agar sesuai standar. Nantinya mesin yang akan dipakai PT Garam ini diharapkan dapat membantu membeli garam dari para petani lokal dengan harga yang baik dan PT Garam pun bisa mendapatkan keuntungan yang baik pula berkat mesin tersebut.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenristek

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top