UNS Pantau 17 Alumni yang Kuliah di China

UNS memastikan bahwa sebanyak 17 alumni yang melanjutkan pendidikan di tiga universitas di China dalam kondisi aman dan sehat.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  19:19 WIB
UNS Pantau 17 Alumni yang Kuliah di China
China melakukan langkah-langkah mengendalikan penyebaran virus corona. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memantau 17 alumninya yang sedang menempuh pendidikan di China. Pemantauan ini sejalan dengan merebaknya Novel Coronavirus (2019-nCov) atau yang dikenal dengan virus corona di Wuhan, China.

Wakil Kepala UPT Layanan Internasional UNS, Murni Ramli mengatakan bahwa sebanyak 17 alumni UNS yang saat ini sedang belajar di China merupakan lulusan dari D3 Bahasa Mandarin UNS. Alumni UNS tersebar di tiga universitas.

Dari 17 alumni tersebut, sebanyak 10 orang sedang menempuh belajar di Xihua University, lalu 5 alumni belajar di Jinan University dan 2 alumni belajar di Huaqiao University. Adapun 10 mahasiswa yang berada di Xihua University merupakan alumni D3 Bahasa Mandarin UNS yang mendapatkan beasiswa S1 dari Xihua University.

“Program beasiswa ini merupakan salah satu program kerja sama antara Xihua University dan UNS, yang diawali dengan pendirian dan pengelolaan Confusius Institute (CI),” tulis Murni dalam keterangan resmi, Rabu (29/1/2020).

Penyaluran beasiswa Xihua University dikelola oleh CI UNS. Dia menegaskan bahwa program beasiswa ini bukan double atau dual degree. Sebab status mahasiswa penerima beasiswa tersebut adalah mahasiswa aktif Xihua University tetapi tidak terdaftar sebagai mahasiswa UNS.

Murni menambahkan, 3 dari 10 mahasiswa Xihua University tersebut saat ini sedang pulang ke Solo sedangkan 7 lainnya masih berada di Xihua University.

Sementara itu, PIC Penyaluran Beasiswa Xihua University sekaligus sebagai Direktur Confusius Institute (CI) UNS, Stephanie Phanata telah melakukan komunikasi dengan pihak Xihua University dan ke-7 alumni UNS yang masih berada di Xihua University.

“Mereka bukan minta dipulangkan tetapi menyampaikan himbauan dari Xihua University bahwa, awal semester belum tahu kapan akan dimulai, maka mereka dihimbau untuk pulang,” kata Stephanie.

Stephanie menambahkan bahwa untuk kebijakan memulangkan adalah kebijakan negara sehingga perlu menunggu dan mematuhi kebijakan pemerintah.

“Mereka dalam kondisi aman. Jarak ketiga kota tersebut seperti dari Chengdu dan Xiamen berjarak 1.000 km lebih dari Wuhan, sedangkan kota Guangzhuo berjarak 942 km dari Wuhan,” kata Stephanie.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uns, virus corona

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top